Empat Institusi Lintas Sektor Kembangkan Science & Techno Park (STP) di BSD City

16 January 2018 Media Releases | Google+

Jakarta, 15 Januari 2018 – Perwakilan Pusat Penelitian Ilmu pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK)-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina dan Sinar Mas Land menandatangani kesepakatan bersama untuk pengembangan Galeri IPTEK dan Inovasi (GIPTI). Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalladan Menristekdikti hari ini di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia (15/01). Galeri IPTEK dan Inovasi akan berlokasi di Kabupaten Tangerang tepatnya di area BSD City. Sebagian areal GIPTI akan menempati lahan PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, seluas ± 15Ha yang berada di wilayah tersebut. GIPTI akan menjadi show case kemajuan inovasi dan juga teknologi terapan terkini, tempat untuk pemberdayaan dan edukasi masyarakat dibidang IPTEK, dan tempat pemasaran bagi produk-produk IKM dan  startup berbasis teknologi  binaan inkubator bisnis teknologi di PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, maupun Universitas Paramadina dan Sinar Mas Land. Pengembangan GIPTI sesuai dengan program pengembangan National Science & Technology Park (N-STP) PUSPIPTEK sebagai salah satu implementasi Program Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni mengembangkan STP di Indonesia. Masing-masing institusi yakni PUSPIPTEK Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan Sinar Mas Land mempunyai peran yang saling bersinergi dan berkolaborasi satu sama lain dalam pembangunan GIPTI.

Sebagai salah satu Universitas yang turut berkolaborasi dan mendukung pengembangan GIPTI di Tangerang, Universitas Paramadina akan membangun kampus di atas lahan seluas 2 Ha yang lokasinya terpadu dengan GIPTI di atas lahan prasarana dan sarana umum yang akan diserahkan Sinar Mas Land kepada Pemkab Tangerang untuk dimanfaatkan sebagai kampus. Universitas Paramadina juga bertanggung jawab dalam pengembangan IPTEK dan terwujudnya pengabdian pada masyarakat. Kelengkapan sarana dan prasana di BSD City akan semakin mempermudah terciptanya sebuah ekosistem inovasi karena terdapat kawasan Digital Hub yang dapat menghubungkan antara dunia penelitian, kampus dengan industri berbasis teknologi dan dunia usaha.

  1. , menyambut baik terjadinya kolaborasi berbagai unsur dalam pengembangan iptek dan inovasi melalui kerjasama ini. Menurut Menristekdikti “Pengembangan GIPTI, merupakan kolaborasi yang unik dari empat institusi lintas sektor yang mewakili unsur ABG (academician-Business-Government). Keempat institusi lintas sektor itu adalah Pemerintah Pusat sekaligus lembaga litbang melalui PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina dan dunia usaha yaitu, Sinar Mas Land”. Lebih lanjut Menristekdikti berharap, GIPTI dapat berkontribusi bagi pembangunan masyarakat berbasis iptek khususnya di Kabupaten Tangerang, peningkatan daya saing daerah, serta penciptaan produk-produk inovasi serta wirausaha berbasis teknologi di masyarakat.
  2. – mengungkapkan “Hadirnya GIPTI semakin menunjang fasilitas pendidikan Universitas Paramadina di BSD City, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian masyarakat bagi civitas akademika Universitas Paramadina. Kami bersinergi dengan Sinar Mas Land, khususnya BSD City karena kawasan ini telah dilengkapi dengan beragam infrastruktur termasuk infrastruktur teknologi yang mendukung kegiatan belajar-mengajar mahasiswa Universitas Paramadina kedepannya. Tidak hanya itu, kami juga akan memberikan beasiswa kepada putra dan putri Tangerang sebagai wujud sumbangsih kami untuk kemajuan dunia pendidikan”.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Galeri Iptek dan Inovasi. Pemerintah sangat berperan untuk mendorong perkembangan teknologi dan terciptanya sejumlah inovasi dari dunia IPTEK, yang saat ini tengah berkembang pesat di berbagai belahan dunia, dan Indonesia harus mampu bersaing untuk memajukan dua bidang tersebut. Dan pendidikan adalah salah satu media untuk mewujudkan hal tersebut “.

PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, memiliki peran besar dalam  merancang konsep serta design pengembangan Galeri IPTEK dan Inovasi agar mengacu pada konsep pembangunan N-STP PUSPIPTEK. Di sisi lain, keberadaan GIPTI akan meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset negara berupa lahan yang dikelola oleh PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, seluas ± 15 Ha dengan dukungan pembangunan gedung dan sejumlah sarana serta infrastruktur melalui program CSR  Sinar Mas Land. Ke depannya pengelolaan GIPTI sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab dari PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

  1. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,   menyampaikan bahwa konsep keterpaduan PUSPIPTEK- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dengan Sinar Mas, sebetulnya telah digagas sejak Tahun 80-an, dimana pada waktu itu akan dibangun sebuah technopolis yang bermakna kota berwawasan iptek.  Menurut Sri, konsep technopolis tersebut antara lain diwujudkan dengan dibangunnya taman tekno sebagai tempat untuk penumbuhan industri-industri berbasis teknologi hasil litbang di PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. “saat ini, kita coba menghidupkan kembali konsep tersebut, dengan dijadikannya PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai N-STP, yang tidak hanya fokus sebagai pusat penelitian dan pengembangan iptek, namun juga sebagai pusat pengembangan produk-produk nasional, pusat penumbuhan kewirausahaan berbasis teknologi melalui inkubasi, pusat informasi iptek, serta pusat pelatihan bagi SDM industri”, lanjutnya. Saat ini, N-STP Puspiptekdidukung oleh ekosistem kawasan BSD City sebagai smart integrated digital city yang tentu akan saling menguatkan satu sama lain.
  2. – menjelaskan dalam siaran persnya hari ini “Pengembangan Galeri IPTEK dan Inovasi (GIPTI)” di BSD City selaras dengan Visi Kabupaten Tangerang yaitu “MEWUJUDKAN MASYARAKAT KABUPATEN TANGERANG YANG CERDAS, MAKMUR, RELIGIUS, DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN”. Cerdas mengandung makna memiliki wawasan, kemampuan, dan keterampilan yang cukup terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pencapaian tingkat pendidikan formal sehingga mendukung kualitas sumber daya masyarakat sebagai subyek pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mendorong dan menggandeng pihak swasta dalam mewujudkan 25 Program Unggulan, di antaranya Program Kerjasama Lintas Menuju Rakyat Sejahtera (Jalin Rasa) . Melalui program ini perusahaan – perusahaan di Kabupaten Tangerang didorong untuk berperan serta dalam pembangunan kemasyarakatan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perusahaan itu sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap dampak-dampak yang ditimbulkan. Dengan adanya GIPTI ini juga dapat menjadi ajang promosi daerah dalam pengembangan IPTEK karena setiap tahun Pemerintah Kabupaten Tangerang mengadakan lomba inovasi-inovasi melalui gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diikuti oleh Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi ) yang tersebar di seluruh kecamatan. Kegiatan gelar Teknologi Tepat Guna tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang  banyak melahirkan teknologi - teknologi terbaru yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Selain kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Sinar Mas Land Grup / BSD City juga sudah melakukan penandatanganan MoU Tentang Pembangunan Terminal Intemoda dalam kawasan BSD City yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Api Cisauk, dan diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dengan mendorong masyarakat menggunakan sarana transportasi umum yang aman dan nyaman.

 

Dengan menerapkan konsep/gagasan Triple Helix, di mana gagasan utama Triple Helix adalah sinergi kekuatan antara akademisi, bisnis, dan pemerintah untuk memotivasi/meningkatkan ekonomi dan inovasi baru berbasis keunggulan lokal diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat Kabupaten Tangerang.

Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land – menjelaskan dalam siaran persnya hari ini “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pengembangan Galeri IPTEK dan Inovasi (GIPTI) di BSD City, kami berharap kolaborasi ini dapat memperkaya kawasan BSD City yang saat ini sedang bertransformasi menjadi smart integrated digital city. Kami juga sangat antusias dengan kehadiran Universitas Paramadina di BSD City yang lokasinya terintegrasi dengan GIPTI. Tentunya kehadiran Universitas Paramadina juga memperkaya ekosistem BSD City khususnya di sektor pendidikan dan sebagai talent pool bagi sejumlah perusahaan yang terdapat di kawasan Digital Hub. Lebih jauh lagi pengembangan Smart Integrated Digital City ini akan menciptakan banyak sekali peluang bagi berbagai pihak lintas sektor, khususnya warga Tangerang dan sekitarnya di bidang pendidikan, riset, usaha, maupun lapangan pekerjaan”.

Kedepannya setelah penandatanganan kesepakatan bersama pembangunan Galeri  IPTEK dan Teknologi, PUSPIPTEK Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan Sinar Mas Land masing-masing akan melakukan perjanjian Bipartit untuk segera mewujudkan proyek pembangunan GIPTI. Rencananya proyek ini akan mulai tahap konstruksi pada pertengahan 2018 mendatang.

 

###

 

Tentang PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek)-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, didirikan berdasarkan Keppres nomor 43/1976 tanggal 1 Oktober 1976. Pada saat itu, Puspiptek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, ditujukan sebagai kawasan terpadu untuk menempatkan sejumlah pusat penelitian milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Tenaga Atom Nasional yang sekarang sudah berganti nama menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Penempatan pusat-pusat tersebut dalam satu kawasan dimaksudkan agar dapat membentuk kemampuan yang kuat bagi pengamanan dan pelaksanaan kegiatan penelitian iptek yang berhubungan dengan Program Riset Nasional.

Pada masa Menteri Riset dan Teknologi Prof.Dr-Ing. B.J. Habibie, arah pengembangan Puspiptek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, diperluas dengan memasukkan industri teknologi tinggi dan pendidikan tinggi sebagai elemen baru dalam seluruh kawasan Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pada kurun waktu tahun 1980-1997, Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perkembangan BUMN Industri Strategis dan produk produk strategis nasional. Pada saat krisis moneter tahun1998 dan perubahan peta politik pasca reformasi dimana Badan pengelola BUMN Industri Strategis (BPIS) dibubarkan, maka peran Puspiptek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dalam penguatan industri khususnya industri strategis pun mulai menurun. Investasi pemerintah di Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, baru muncul kembali di tahun 2012, dimana saat itu sebagian besar unit-unit teknis di BPPT dipindahkan dari Jakarta ke kawasan Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pada Tahun 2013, program Revitalisasi Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Pengembangan Indonesia Science and Technology Park (N-STP) di Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, yang telah diwacanakan sejak tahun 2010, resmi dimulai. Pada tahap awal, revitalisasi diarahkan pada perbaikan dan modernisasi sarana-prasarana laboratoria dan sarana pendukung kawasan, termasuk pembangunan beberapa fasiltas baru yang mendukung transformasi fungsi Puspiptek Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, sebagai STP yaitu Pusat Informasi, Technology Business Incubation Center (TBIC), dan Indonesian Life Sciences Center (ILSC). Fasilitas lain yang dikembangkan terkait dengan pemanfaatan dan komersialisasi teknologi adalah fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka Batan (2014) serta Irradiator Gamma Merah Putih Batan (2016).

PUSPIPTEK-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,sedang menjalankan transformasi dari Research center menjadi institusi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja berbasis iptek, baik untuk mendorong inovasi nasional maupun daerah. Pada tahun 2014, telah ditetapkan Masterplan Revitalisasi Puspiptek dan Pengembangan I-STP melalui SK Menteri Riset dan Teknologi No. 20/M/Kp/IV/2014. Revitalisasi dan pengembangan Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, yang dimuat dalam masterplan secara umum diarahkan pada lima fungsi Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ke depan sebagai:

1) Pusat penguasaan dan pengembangan iptek nasional (center of excellent);

2) Pusat pelayanan pengembangan produk-produk nasional;

3) Pusat alih teknologi dan pusat informasi iptek iptek;

4) Pusat pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi; dan

5) Pusat pendidikan dan pelatihan untuk SDM industri.

Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, menempati kawasan seluas 460 Ha, terletak di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat ini, Puspiptek-Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dibawah pengelolaan satker Puspiptek, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Di kawasan Puspiptek, terdapat 49 (empat puluh sembilan) unit kerja setingkat pusat, balai, dan balai besar; terdiri dari 33 unit kerja dibawah Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT), 5 unit kerja di bawah Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia (LIPI), dan 9 unit kerja di bawah Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Disamping itu, terdapat 2 unit kerja di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Didukung oleh peralatan riset dan pengujian teknologi yang canggih, serta lebih dari 5.200 SDM iptek dimana lebih dari 450 orang diantaranya berpendidikan S3.

 

Tentang Pemerintah Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang memiliki wilayah yang cukup luas, terdiri atas 29 kecamatan, 28 kelurahan dan 246 desa dengan luas mencapai 95.961 Ha atau 959,61 km². Wilayah administrasi Kabupaten Tangerang sendiri berbatasan dengan beberapa Kabupaten/Kota dan bentangan laut yang ada disekitarnya, yaitu:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan DKI Jakarta
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Lebak
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Lebak.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kecamatan dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Rajeg seluas 53,7 Km² atau 5,6% dari luas wilayah Kabupaten Tangerang, sedangkan wilayah terkecil adalah Kecamatan Sepatan dengan luas hanya 17,32 Km² atau 1,8%.

Wilayah Kabupaten yang baru merayakan ulang tahun ke 74 pada tanggal 27 Desember 2017 dan saat ini dipimpin oleh Bupati A. Zaki Iskandar dan Wakil Bupati H. Hermansyah dapat dikelompokkan menjadi 3 wilayah pertumbuhan, yakni:

  • Pusat Pertumbuhan Balaraja dan Tigaraksa, berada di bagian barat, difokuskan sebagai daerah sentra industri, permukiman, dan pusat pemerintahan.
  • Pusat Pertumbuhan Teluknaga, berada di wilayah pesisir, mengedepankan industri pariwisata alam dan bahari, industri maritim, perikanan, pertambakan, dan pelabuhan.
  • Pusat Pertumbuhan CurugKelapa DuaLegok dan Pagedangan, berada di bagian timur dekat perbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, difokuskan sebagai pusat pemukiman, dan kawasan bisnis.

Kabupaten Tangerang juga mendapat julukan daerah seribu industri dengan jumlah lebih kurang 4.600 perusahaan sehingga sangat menarik para investor dan pencari kerja.

Tentang Universitas Paramadina

Universitas Paramadina didirikan sebagai idealisme yang diterjemahkan dalam perjuangan moral yang nyata. Melalui perencanaan dan perumusan ide-ide besar secara matang dan konsisten, idealisme tersebut mendorong Universitas Paramadina untuk aktual dalam menjawab tantangan zaman.

Universitas Paramadina didirikan pada 10 Januari 1998 oleh Prof. Dr. Nurcholish Madjid sebagai kampus peradaban yang terbuka dengan mengedepankan nilai-nilai Ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan Ke-Moderenan. Universitas Paramadina berusaha untuk menempatkan diri sebagai salah satu pendorong tumbuhnya generasi terbaik Indonesia, yang memiliki kekuatan dalam aspek Leadership, Entrepreneurship, dan Ethics

Memiliki Visi untuk menjadi universitas unggulan berbasiskan etika-religius untuk mewujudkan peradaban yang luhur. Hal ini direalisasikan dalam Misi Universitas Paramadina untuk: Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas serta terkelola secara profesional; Menyelenggarakan penelitian dengan menjaga tradisi masyarakat ilmiah yang kreatif: Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang memberdayakan kelompok marjinal agar kuat dan mandiri; Menciptakan lingkungan kampus sebagai pusat ilmu dan budaya dengan iklim akademik yang mendukung tercapainya visi universitas: dan Membina generasi manusia baru yang bertakwa dan berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berintegritas.

Universitas Paramadina memiliki tujuan untuk:

  1. Menghasilkan sarjana yang memiliki kedalaman iman, kemandirian jiwa, ketajaman nalar, kepekaan nurani, kecakapan berkarya dan keluasan wawasan.
  2. Menghasilkan kajian ilmiah yang memecahkan masalah-masalah di masyarakat secara kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif. 
  3. Berperan dalam menghasilkan masyarakat yang relijius, nasionalis, modern, moderat dan menjunjung tinggi integritas. 

Saat ini Universitas Paramadina telah memperoleh nilai B untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), memiliki program pendidikan di jenjang Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) yang berada dalam naungan tiga fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Falsafah dan Peradaban, dan Fakultas Ilmu Rekayasa. Pada program Sarjana terdapat 8 program studi yang ditawarkan yaitu Manajemen, Ilmu Komunikasi, Falsafah dan Agama, Psikologi, Hubungan Internasional, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk Industri, dan Teknik Informatika. Pada program Pasca Sarjana terdapat 4 program studi yang ditawarkan yaitu Magister Ilmu Komunikasi, Magister Manajemen, Magister Ilmu Hubungan Internasional, dan Magister Ilmu Agama Islam.

Tentang Sinar Mas Land

Sinar Mas Land adalah pengembang properti di Indonesia  dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sinar Mas Land tercatat di bursa saham Indonesia atas nama PT. Bumi Serpong Damai Tbk, (BSDE). Awal tahun 2011, BSDE  telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BSDE terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usaha BSDE.

Sinar Mas Land telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia.  Keberhasilan Sinar Mas Land dengan mengembangkan property & real estate di Indonesia juga diakui oleh lembaga yang kredibel dan independent di dunia dengan mendapatkan berbagai macam penghargaan International yang prestigious seperti World FIABCI Prix d’excellence Award di Cyprus (2011), Taichung (2013) & Kuala Lumpur (2015), Asia Pacific Property Award di Kuala Lumpur (2012, 2013, 2015), Cityscape Awards For Emerging Market di Dubai (2014),dan FIABCI Golden Award di Andora (2017), MIPIM di Hongkong (2017).

Dengan dukungan tim manajemen yang solid Sinar Mas Land juga dikenal sebagai pengembang kota mandiri (Melalui BSD City Development), serta menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan Klaster / concept- clustered residential (Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Disamping itu, Sinar Mas Land juga merupakan pelopor / pioneer pengembangan proyek inovatif Strata Mall / Trade Center (ITC) di Indonesia.

Sinar Mas Land sebagai pengembang properti berupaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan melalui penerapan visi green di setiap proyeknya. Kesadaran perusahaan untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup diwujudkan melalui berbagai program, seperti pembangunan kawasan hijau Green Office Park, sertifikasi Green Building, Mall tanpa dinding yang ramah lingkungan ‘The Breeze’, jalur-jalur pejalan kaki yang nyaman serta berbagai acara untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan salah satunya melalui penyelenggaraan acara Festival Hijau yang diselenggarakan setiap tahun. Sejauh ini Sinar Mas Land telah menanam lebih dari tiga juta pohon di area komersial, pedestrian, median jalan, taman lingkungan,  dan mengembangkan taman kota serta hutan kota. Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui program – program CSR yang memberi kesempatan masyarakat sekitar dan usaha kecil dengan dapat menikmati pembangunan yang dilakukan Sinar Mas Land seperti penyediaan tempat usaha untuk 3.000 pelaku UMKM di Pasar-pasar tradisional dan taman jajan kaki lima serta program-program CSR lainnya.

Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan, Aeon, Itochu-Japan yang sudah berlangsung selama 25 tahun, Mitsubishi Corporation,Hongkong Land serta mitra lokal seperti Kompas Gramedia dan Kalbe.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

Panji Himawan

Head of Corporate Communication

Sinar Mas Land

Tel : 021- 50 368 368

Email : panji.himawan@sinarmasland.com