Arsitek Muda Unjuk Gigi di Sinar Mas Land Young Architect Competition

21 November 2017 News Archive | Google+
Di tahun 2017, Sinar Mas Land sebagai Leading Property Developer kembali menggelar ajang pembuktian bagi arsitek-arsitek muda dalam Sinar Mas Land Young Competition.
Dalam ajang ini, para mahasiswa arsitektur semester akhir (minimal semester 7) dan juga fresh graduate jurusan arsitektur, ditantang untuk berinovasi dan merencanakan konsep desain dalam tiga kategori yakni commercial, residential, dan digital working space. "Ada tiga kategori sayembara. Pertama, bagaimana para arsitek merancang residential di BSD (Residential Category). Kedua, bagaimana peserta merancang gedung komersial yang bisa mengembangkan area sentral (Commercial Category). Ketiga, bagaimana para peserta bisa merancang sebuah gedung yang mampu mewadahi kegiatan generasi milenial dalam era digital ekonomi dan lainnya (Digital Working Space Category)." Jelas Panji Himawan, Head of Corporate Communication Sinar Mas Land.

Ajang ini pun turut didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yang merupakan lembaga tertinggi dalam dunia arsitektur profesional di Indonesia. "Dalam ajang ini, peram IAI adalah sebagai mitra atau pelaksana kegiatan SML, yang mendampingi pemrakarsa dalam proses penyelenggaran, dengan mengacu pada praktik terbaik dan juga mendorong anggota IAI untuk berpartisipasi, hingga turut mengkampanyekan pentingnya acara ini bagi arsitek dan dunia arsitektur tanah air." Jelas Muhammad Amry, selaku Sekertaris Jenderal Ikatan Arsitek Indonesia, pada kumparan (kumparan.com) melalui pesan elektronik.

Tahun ini, penyelenggaraan YAC kembali mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya pegiat arsitek di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Panji Himawan, Head of Corporate Communication Sinar Mas Land, "Respon masyarakat sangat baik, dimulai sejak kami melakukan kegiatan roadshow ke beberapa kampus di Jabodetabek. Mulai dari sana, terhitung sudah ratusan peserta di masing-masing kategori yang mendaftarkan dirinya untuk ikut perlombaan ini”.|

Sejak digelar pada tahun 2014 silam. Kini peserta di SMLYAC pun terus berkembang. Baik secara kualitas ataupun kuantitas, trennya sangat positif. "Secara kualitas, upaya peningkatan terus dilakukan dengan mengembangkan sistem penyelenggaraan, pelaksanaan, termasuk penilaian hasil karya". Pungkasnya Amry.
Sebagai langkah peningkatan kualitas, kegiatan dokumentasi hasil karya sayembara pun turut dilakukan. Salah satunya dengan cara pembuatan buku Sinar Mas Land Young Architect Competition pada setiap penyelenggaraannya.
Sejak dimulai pada 17 September 2017, kini ajang tersebut telah memasuki proses penjurian serta presentasi finalis, untuk menentukan mana konsep desain yang paling sesuai dan bisa menjawab tantangan pembangunan. "Sejauh ini desain yang mereka (peserta) kirimkan masih dalam tahap kualifikasi dan penilaian dari pihak juri, untuk menentukan mana finalis yang akan diundang untuk langsung melakukan presentasi di hadapan para juri," jelas Panji Himawan, Head of Corporate Communication Sinar Mas Land.
 
Puncaknya, di tanggal 30 November 2017 mendatang, ajang Sinar Mas Land Young Architect Competition akan menggelar acara ceremonial untuk pengumuman serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang.
Ke depannya Amry berharap, dengan adanya penyelenggaraan SMLYAC, masyarakat akan semakin peduli dengan pemahaman lingkung bangun yang baik, terencana, dan dirancang dengan mempertimbangkan aspek vital terhadap kehidupan manusia sebagai penggunanya. Tak hanya itu, "Secara khusus, IAI berharap ajang seperti ini akan menjadi salah satu praktik profesional bagi para mahasiswa arsitektur, calon arsitek, dan juga arsitek, agar terus dapat berupaya meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya," tutup Amry.


Read more at https://kumparan.com/novianti-rahmi-putri/arsitek-muda-unjuk-gigi-di-sinar-mas-land-young-architect-competition#OuXx4F7OGcXmPjaV.99