Meski Ekonomi Lesu, Sinarmas Land Terus Luncurkan Produk Baru

04 May 2015 News Archive | Google+
SERPONG, KOMPAS.com - Grup Sinarmas Land kembali meluncurkan produk baru. Kali ini menghadirkan Assana House, di BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. Menyusul kesuksesan Azura House, klaster perdana Vanya Park pada Februari 2015 lalu.

Assana House mengadaptasi langgam arsitektural modern Amerika dengan pengolahan tata letak hunian yang optimal. Seni hidup diwujudkan dalam sentuhan akhir bergaya country dengan kelengkapan ruang sesuai kebutuhan penghuni.

Tak hanya itu, seluruh ruang ditata dalam dimensi yang kompak namun tetap mempertahankan kualitas dan kenyamanan. Dengan pengaturan dan penataan sebaik mungkin membuat seluruh ruangan mendapatkan pencahayaan matahari serta sirkulasi udara maksimal. 

Assana House juga dilengkapi dengan ruang belajar (study room). Klaster ini dirancang dalam dua tipikal unit 53/60 sebanyak 100 unit dan 77/70 sebanyak 46 unit, serta kavling sejumlah 133 unit. 

Meskipun dimensinya mungil, namun memungkinkan penghuni melakukan optimalisasi tata ruang. Harga Assana House ini dibanderol mulai dari Rp 900 juta hingga Rp 2 miliar.
 
Klaster ini dilengkapi dengan beragam fasilitas macam taman penghubung (connectivity garden) sepanjang 175 meter, jalur pedestrian sepanjang 2,7 kilometer, hingga jalan lingkungan denganright of way (ROW) selebar 15 meter.

Managing Director Corporate Strategy and Services Grup Sinarmas Land, Ishak Chandra menjelaskan, Assana House merupakan klaster kedua Vanya Park seluas 30 hektar. 

Kawasan hunian ini diperkuat dengan kehadiran 7 adventure park yang mengedepankan petualangan indera see-feel-touch-hear-taste untuk para konsumen," tutur Ishak kepada Kompas.com, Ahad (3/5/2015).
 
Vanya Park terletak persis di jalur utama baru selebar 42 meter yang menghubungkan BSD City dengan area Serpong. Jalur utama ini akan terpusat di kawasan komersial besar dengan pemandangan danau alami dan terintegrasi dengan JORR W 2 ruas Ciledug-Ulujami.


Penulis : Hilda B Alexander
Editor : Hilda B Alexander