Rencana Ekspansi hingga 220 Ha

25 January 2014 News Archive | Google+

BALIKPAPAN, KALTIMPOST.CO.ID

Kendati sudah memiliki dua properti besar di Kota Minyak, yakni Balikpapan Baru dan Balikpapan Permai, Sinarmas Land memandang untuk perlu mengepakkan lagi sayap bisnisnya di kota yang memang memiliki potensial tinggi dalam hal bisnis properti.

Residential Div Head Sinarmas Land Erwin Anggianto mengatakan, di Balikpapan ini akan hadir proyek besar dari Sinarmas Land. Megaproyek ketiga tersebut rencana akan di bangun di atas lahan dengan luas kurang lebih 220 hektare dengan nama Grand City.

Ia menjelaskan, alasan mengapa masih tetap memilih Balikpapan sebagai ladang bisnis karena Kota Beriman tersebut memang berpotensi dengan pertumbuhan yang paling pesat di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Pertumbuhan Kota Balikpapan memang paling pesat di KTI. Kami membagi dua zonasi bisnis, satunya lagi Kawasan Barat Indonesia yang diwakili pulau Jawa dan Sumatra. Sementara Balikpapan dan lain-lain kami masukkan dalam KTI," paparnya.

Kondisi aktual di Balikpapan lanjutnya, cukup kondusif bagi Sinarmas Land Group untuk merealisasikan rencana bisnis strategisnya tersebut. Lebih lagi, sektor properti saat ini tengah dalam siklus tinggal landas.

"Semua subsektor tumbuh. Baik perumahan, komersial, perkantoran maupun kawasan industri. Kendati sifat bisnis properti itu sangat lokal, namun kami optimis Balikpapan merupakan lahan investasi yang menjanjikan," ujarnya.

Di atas lahan seluas 220 hektare tersebut, Sinarmas Land akan membangun perumahan berkonsep klaster dengan desain arsitektural dan penataan bertaraf kota yang berbeda dibandingkan perumahan eksisting yang telah mereka bangun (seperti Balikpapan Baru). Perumahan elite tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah atas.

"Proyek ketiga ini ada sekitar 5 tahap pengerjaan. Untuk sekarang ini, kami masih dalam tahap pengerjaan jalan yang hampir selesai. Kalau tidak terganggu cuaca rencana awal Februari untuk jalan sudah bisa segera diaspal. Mudahan akhir Februari jalan sudah bisa dilewati," terangnya.

Dari 220 Hektare tersebut rencana yang akan dibuka baru sekitar 40 hektare. Untuk tahap I akan ada sekitar 13 hektare yang dialokasikan untuk pengembangan rumah forest file and pine file. Kali ini konsep lingkungan lebih menonjolkan penghijauan.

"Untuk tipe rumah ada tipe 56, 79, 95, 133, 148, 191, dan 245. Masing-masing akan dibangun dua lantai terkecuali yang tipe 56 hanya satu lantai. Untuk akses jalan pintu gerbang utama di Jalan MT Haryono dan nantinya akan tembus menuju Jalan Soekarno-Hatta Km 7dan 8. Karena pertumbuhan Kota Balikpapan semakin lama mengarah ke sana," kata Erwin.

Bukan hanya perumahan, Erwin menambahkan, di Grand City tersebut akan dibangun kawasan komersial. Properti multifungsi (mixed use development) yang dibangun mengakomodasi tren dan preferensi pasar, di sini didirikan lifestyle and entertainment center, mirip-mirip dengan teras Kota BSD City, apartemen dengan desain modern dan juga perkantoran yang mengadopsi konsep green building.

"Saat ini pematangan rencana sudah beres, tinggal membuat master plan yang masih harus disesuaikan dengan perkembangan Kota Balikpapan," jelasnya.

Selain itu, dalam kawasan tersebut, dikatakan Erwin nantinya akan dibangun danau buatan di atas lahan seluas 5,3 hektare. "Nanti di dalam Grand City akan dibangun sebuah danau buatan yang berguna untuk mengendalikan air hujan. Danau tersebut juga bisa dinikmati sebagai tempat wisata," tuturnya.

Selain fasilitas tempat wisata, di Grand City juga nanti akan dibangun berbagai fasilitas lengkap seperti tempat pendidikan, sarana ibadah, tempat kesehatan, olahraga dan masih banyak lagi fasilitas lainnya.

Mengenai harga perumahan, Erwin mengatakan sampai dengan saat ini untuk harga masih belum bisa disampaikan. "Mungkin baru bisa kami sampaikan akhir Februari nanti bersamaan dengan launching perumahan tersebut mengenai harga untuk setiap tipe dan juga spesifikasinya," tuturnya.

Berapa lama tahap I selesai? Disampaikan Erwin, perkiraan 18 bulan setelah launching proyek untuk tahap pertama sudah bisa diselesaikan. "Mudahan saja sesuai dengan apa yang sudah ditargetkan," pungkasnya. (*/ani/lhl/k7)