•  
  •  
    • Vision & Values
    • Company History
    • Awards
  •  
    • City & Township
      • BSD City
      • Kota Deltamas
      • Kota Wisata
      • Grand Wisata
    • Residential
      • Legenda Wisata
      • Li Shui Jin Yang - Shenyang
      • Li Shui Jin Du - Chengdu
      • Banjar Wijaya
      • Telaga Golf - Sawangan
      • Wisata Bukit Mas Surabaya
      • Taman Duta Mas Batam
      • Taman Permata Buana
      • Balikpapan Baru
      • Grand City - Balikpapan
    • Commercial & Industrial
      • Orchard Towers - Singapore
      • Plaza BII
      • Wisma BCA - BSD City
      • Wisma Eka Jiwa
      • Wisma BII Medan
      • BSD Techno Park
      • Wisma BII Surabaya
      • Karawang International Industrial City (KIIC)
      • Greenland International Industrial City (GIIC) Deltamas
    • Retail & Trade Centre
      • ITC Mangga Dua
      • DP Mall Semarang
      • Harco Mas Mangga Dua
      • ITC BSD
      • ITC Cempaka Mas
      • ITC Depok
      • ITC Fatmawati
      • ITC Kuningan
      • ITC Permata Hijau
      • ITC Roxy Mas
      • ITC Surabaya Mega Wholesale
      • Mal Ambasador
      • Mal Mangga Dua
    • Hotel,Resort & Golf Course
      • Damai Indah Golf - BSD
      • Damai Indah Golf - PIK
      • Grand Hyatt
      • Kota Bunga
      • Le Grandeur Balikpapan
      • Le Grandeur Jakarta
      • Palm Resort - Johor
      • Palm Spring Golf - Batam
      • Sedana Golf - Karawang
  •  
    • Financial Highlights
    • Stock Information
    • Quarterly Reports
    • Annual Reports
    • Investor Release
    • Presentation
    • Analyst Coverage
    • Contact Our IR
  •  
  •  
  •  
Sinar Mas Land stock price
BSDE.JK 1,840.00 (IDR)
20.00
DUTI.JK 4,000.00 (IDR)
00.00
A26 0.80 (SGD)
00.00
LAST UPDATE : 23 May 2013 09:09
Prev Next
 
  • 21 May 2013
    Obligasi Rp 1,75 triliun,...

    JAKARTA, KONTAN.CO.ID

    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) bakal ekspansi besar-besaran di tahun ini. Maka itu, BSDE tengah mencari pendanaan eksternal cukup besar di tahun ini. Dari penerbitan obligasi saja, BSDE mengincar dana segar mencapai Rp 1,75 triliun.


    Surat utang tersebut merupakan bagian kedua dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I BSDE di 2012. BSDE menargetkan total PUB I senilai Rp 3 triliun. Tahun lalu, perseroan ini sudah menghimpun dana Rp 1 triliun dari PUB I tahap satu.


    PUB I tahap II akan menerbitkan Rp 1,75 triliun. Artinya BSDE masih menyisakan penerbitan sebesar Rp 250 miliar. Perseroan ini akan menyelesaikan PUB I itu pada waktu yang ditentukan kemudian.


    Obligasi BSDE itu menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 8,37% per tahun dengan jangka waktu lima tahun. Rating obligasi ini adalah idAA- dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).


    Manajemen BSDE dalam prospektus ringkas menyebutkan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi itu akan digunakan untuk ekspansi. Rinciannya, sekitar 20% untuk membebaskan tanah di areal pengembangan BSD City, 60% untuk membangun proyek perumahan, komersial, perkantoran dan infrastruktur di areal pengembangan BSD City, dan sisanya 20% untuk modal kerja.


    Emiten properti ini sudah menunjuk tiga penjamin emisi pelaksana yaitu, BCA Sekuritas, Indopremier Securities, Mandiri Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas. BSDE merencanakan masa penawaran pada 30 Mei-31 Mei 2013, penjatahan pada 3 Juni 2013 dan pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI), 7 Juni 2013.


    Tak hanya menggunakan obligasi, BSDE juga berencana menerbitkan saham baru untuk ekspansi. BSDE juga sudah mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak 1,75 miliar lembar saham atau 10% dari saham ditempatkan dan disetor penuh.


    Harga pelaksanaan penerbitan saham baru ini sekurang-kurangnya Rp 1.691 per saham. Dus, dana dari aksi private placement ini bisa mencapai Rp 2,96 triliun.


    Namun, rencana ini masih harus mendapatkan persetujuan di rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), pada 30 Mei. Dana hasil menerbitkan saham baru ini akan BSDE gunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas anak, memperkuat struktur permodalan dan menambah likuiditas saham yang ada di bursa.


    Kebutuhan dana BSDE memang cukup besar. Setiap tahun, BSDE membutuhkan dana investasi hingga Rp 3 triliun. Per 31 Maret 2013, kas setara kas perusahaan ini mencapai Rp 3,74 triliun.


    Managing Director Investa Saran Mandiri, John Veter mengatakan, prospek bisnis BSDE masih cukup menjanjikan. Karena kebutuhan properti masih cukup besar. Meski emiten ini menggunakan dana eksternal untuk ekspansi, analis menilai, masih dalam taraf wajar. "Yang menarik, mereka mencari dana bukan hanya untuk akuisisi tanah. BSDE langsung akan membangun di atas tanah yang dia miliki, tidak seperti emiten lain yang baru mengakuisisi tanah" jelas dia.


    Apalagi, menurut John, kupon BSDE cukup kompetitif. Sehingga, ia yakin, emiten bisa menghemat beban bunga dibandingkan menggunakan pinjaman perbankan. Karena itu, Jhon masih merekomendasikan buy saham BSDE di harga Rp 2.400 per saham. Senin (20/5), BSDE stagnan di Rp 1.820 per saham.


    Narita

  • 21 May 2013
    Sinar Mas Land Berikan Ba...

    JAKARTA, BERITASATU.COM

    Sinar Mas Land sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat melalui program beasiswa "Bantuan Siswa Berprestasi" Sinar Mas Land.


    Program beasiswa ini disalurkan kepada siswa/siswi yang berprestasi di wilayah Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Adapun total dana beasiswa yang disalurkan Sinar Mas Land ke para siswa berprestasi mencapai Rp 192.600.000 selama satu tahun.


    Total jumlah murid yang menerima beasiswa tersebut berjumlah : 114 orang yang semuanya tersebar di 22 sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Pemberian dana beasiswa tersebut bervariasi tergantung dari tingkatan sekolah dan kelasnya.


    "Lewat program beasiswa ini, kami ingin berperan serta meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang diterima masyarakat setempat sebagai bentuk perhatian serta tanggung jawab sosial kepada bangsa," ujar Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land dalam siaran persnya yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (21/5).


    Lebih lanjut Ishak mengatakan, program beasiswa ini sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu, dan difokuskan untuk masyarakat di lingkungan BSD City.


    Dana yang diberikan kepada setiap siswa/siswi melalui program beasiswa tersebut, Sinar Mas Land juga ingin mengajak murid sekolah untuk belajar menabung dan mengatur sendiri keuangannya.


    Untuk itu, Sinar Mas Land bekerja sama dengan Bank Sinarmas membuat produk tabungan untuk program beasiswa tersebut dengan nama Tabunganku dan menunjuk Bank Sinarmas sebagai bank pembuka rekening tabungan.


    "Kami ingin para siswa/siswi yang akan menjadi pilar bangsa mampu mengatur dan memprioritaskan keuangannya serta rajin menabung untuk mempersiapkan masa depannya," tutur Ishak Chandra.


    Penulis: Feriawan Hidayat/FER


    Sumber:PR

  • 19 May 2013
    Dalam 6 Bulan Harga Satu ...

    JAKARTA, DETIK.COM

    Sinar Mas Land meluncurkan bangunan komersial untuk rumah toko/kantor (ruko/rukan) Foresta Business Loft 2 berlokasi BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. Sebelumnya Sinar Mas telah meluncurkan bangunan komersial Foresta Business Loft 1, pada Oktober 2012 atau berselang kurang lebih 6-7 bulan.


    Harga Foresta Business Loft 2 untuk ukuran 711 m2 - 739 m2 dengan luas tanah 194-202 m2, ditawarkan untuk unit perkantoran premium ini dimulai dari Rp 11-an miliar. Padahal Foresta Business Loft 1, dengan ukuran kurang lebih sama dipasarkan Oktober 2012 lalu dijual masih Rp 7,8 miliar atau mengalami kenaikan Rp 3 miliar lebih.


    "Foresta Business Loft 2 terintegrasi dengan perumahan kelas dunia, pusat rekreasi, hiburan, bisnis, pendidikan, dan perhotelan, serta memiliki akses yang mudah dijangkau, sehingga membuat kawasan komersial ini memiliki nilai investasi yang tinggi," ujar Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/5/2013)


    Kawasan komersial ini ditunjang lokasi yang sangat strategis, terletak di jalur utama dan berdekatan dengan Swiss German University, Prasetiya Mulya Business School, Damai Indah Golf BSD Course, Jakarta Nanyang School, The Breeze BSD City serta Indonesia International Expo (IIE) membuat Foresta Business Loft 2 menjadi salah satu produk premium unggulan terbaru Sinar Mas Land.


    Tidak hanya itu, lokasi Foresta Business Loft 2 juga berada di dekat kawasan residensial Foresta dan selangkah menuju kawasan hunian De Park - dua kawasan hunian premium BSD City.


    Bangunan Foresta Business Loft 2 diciptakan dengan desain yang sophisticated serta dilengkapi dengan area hijau dan ruang terbuka, untuk menjawab keinginan para pebisnis yang mendambakan sebuah kawasan komersial mewah dengan lingkungan kerja yang ideal. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya area bagi pejalan kaki yang luas dan hijau, agar pengunjung dapat menikmati kenyamanan berjalan kaki. Kelebihan lainnya, adalah area parkir yang terletak di lantai semi basement.


    "Keberadaan Foresta Business Loft 2 menjadi jawaban bagi kebutuhan para pengusaha di kawasan BSD City akan ruang bisnis yang eksklusif di lingkungan yang berkelas dan strategis," katanya.


    Desain bangunan yang modern dan sophisticated bisa terlihat dari fasade bangunan yang dilengkapi pula dengan aluminium perforated sheet yang juga berguna untuk mengurangi panas sinar matahari yang masuk kedalam bangunan Foresta Business Loft 2.


    "Desain bangunan memiliki struktur halus dimana semuanya terhubung di level ground, serta dilengkapi dengan drop off area untuk menambah kenyamanan," katanya.


    (hen/hen)

  • 19 May 2013
    Foresta Business Loft 2, ...

    JAKARTA, SWA.CO.ID

    Perusahaan pengembang properti Sinar Mas Land, menghadirkan produk terbarunya, Foresta Business Loft 2, yakni sebuah bangunan komersial yang terletak di kawasan BSD City. Bangunan ini disebut sebagai jawaban perusahaan terhadap apa yang diinginkan pengusaha.


    "Foresta Business Loft 2 terintegrasi dengan perumahan kelas dunia, pusat rekreasi, hiburan, bisnis, pendidikan, dan perhotelan, serta memiliki akses yang mudah dijangkau, sehingga membuat kawasan komersial ini memiliki nilai investasi yang tinggi," ujar Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, di Jakarta, Minggu (19/5/2013).


    Lokasi yang strategis tampaknya menjadi salah satu nilai lebih yang ditawarkan Sinar Mas Land kepada para calon pembeli properti anyar ini. Perusahaan menyebutkan bahwa Foresta Business Loft 2 terletak di jalur utama, dan berdekatan dengan Swiss German University, Prasetiya Mulya Business School, Damai Indah Golf BSD Course, Jakarta Nanyang School, The Breeze BSD City, serta Indonesia International Expo (IIE). Tidak hanya itu, lokasi properti ini juga berada di dekat kawasan residensial Foresta dan selangkah menuju kawasan hunian De Park, merupakan dua kawasan hunian premium BSD City.


    Dari sisi bangunan, Foresta Business Loft 2 dilengkapi dengan area hijau dan ruang terbuka, untuk menjawab keinginan para pebisnis yang mendambakan sebuah kawasan komersial mewah dengan lingkungan kerja yang ideal. Tersedia pula area bagi pejalan kaki yang luas dan hijau sehingga pengunjung pun bisa nyaman ketika berjalan kaki. Kelebihan lainnya adalah area parkir yang terletak di lantai semi basement. Inilah yang membuat Foresta Business Loft 2 berbeda dengan bangunan komersial lain yang sudah ada.


    Desain bangunan properti baru ini terbilang modern dan sophisticated. Bisa terlihat dari fasade bangunan yang dilengkapi pula dengan aluminium perforated sheet yang berguna untuk mengurangi panas sinar matahari yang masuk ke dalam bangunan. "Desain bangunan memiliki struktur halus di mana semuanya terhubung di level ground, serta dilengkapi dengan drop off area untuk menambah kenyamanan," tambah Ishak.


    Foresta Business Loft 2 terdiri dari 32 unit dengan enam tipe bangunan. Luas bangunan berkisar antara 711-739 meter persegi dengan luas tanah 194-202 meter persegi. Harga yang ditawarkan untuk unit perkantoran premium ini dimulai dari Rp 11-an miliar. "Keberadaan Foresta Business Loft 2 menjadi jawaban bagi kebutuhan para pengusaha di kawasan BSD City akan ruang bisnis yang eksklusif di lingkungan yang berkelas dan strategis," tutup dia. (EVA)

  • 13 May 2013
    Sinar Mas Land Kembali Ra...

    JAKARTA, SWA.CO.ID

    Pengembang Sinar Mas Land (SML) kembali meraih penghargaan National Winner dalam ajang Asia Pacific Property Award 2013-2014. Prestasi ini diterima Sinar Mas Land melalui proyek kawasan perumahan Cluster Primavera di Foresta, BSD City yang memperoleh peringkat Highly Commended pada kategori Residential Multipe Unit dan Sinar Mas Land Plaza Office di BSD City memperoleh Best Office Development (five star). Penghargaan bergengsi ini merupakan yang kedua kalinya bagi Sinar Mas Land setelah di tahun 2012 berhasil memperoleh penghargaan yang sama di Asia Pacific Property Award untuk kategori Office Development.


    Asia Pacific Property Award 2013 diselenggarakan oleh International Property Awards di Kuala Lumpur pada tanggal 10 Mei 2013. Penghargaan sebagai National Winner untuk Sinar Mas Land diterima secara langsung oleh Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy Sinar Mas Land.


    Ishak menjelaskan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dari tim Sinar Mas Land dalam berinovasi untuk memberikan masterpiece properti terbaik bagi masyarakat. "Award ini bentuk apresiasi dan pengakuan dari kalangan nasional dan internasional atas kualitas properti yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land serta visi green yang selalu diusung dalam memperhatikan kelestarian lingkungan," ucapnya.


    Asia Pacific Property Award merupakan kompetisi yang diselenggarakan untuk berbagai kategori pengembangan properti di negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Seleksi ketat untuk menentukan pemenang dilakukan oleh 53 juri dari berbagai negara. Kriteria penilaian meliputi overview (bagaimana solusi yang diambil dalam mengatasi tantangan situasi yang dihadapi dalam desain, kualitas (arsitektur, finishing, fungsi, lighting, serta aspek safety), security, dan sustainability (feature pendukung, metoda penggunaan inovative technology, pengukuran efisiensi energi, eco friendly termasuk light, climate control, water recycling, conservation). Selain itu, yang tak luput diperhitungkan adalah aspek marketing dan kualitas presentasi.


    Sinar Mas Land Plaza Office merupakan bagian dari BSD Green Office Park, sebuah kawasan Green Office Park pertama di Indonesia yeng menganut prinsip green district. Kawasan ini telah memperoleh Sertifikasi Green Mark District dari lembaga internasional The Building and Construction Authority, Singapura. Perusahaan ini juga secara berkesinambungan menerapkan prinsip-prinsip "green" dalam kawasan maupun bangunan yang terdapat di dalamnya, seperti penggunaan lahan secara bijak, hemat energi, hemat air, serta penggunaan bahan yang ramah lingkungan dan menjaga kualitas udara dalam ruangan.


    Kawasan perumahan Cluster Primavera memenangkan kategori Development Multiple Unit dengan kriteria yang sama. Cluster ini berada dalam kawasan Foresta merupakan cluster pertama di BSD City dengan konsep "double deck common area" di mana terdapat fasilitas bersama di lantai 2 yang dapat dicapai dari lantai 2 setiap bangunan.


    Cluster Primavera mengusung kosep "Feel Heavenly Atmosphere Here" supported with "6 Stars Residential Concept" yang mencakup Lagoontainment Park, Sport and Relaxation Club, Double Check Security System, Hotspot Internet, Cable TV, serta Guest Parking Area yang dilengkapi dengan sistim denah terbuka yang memungkinkan air flow dan energy saving, komponen hemat air, smart home system dan pemakaian elemen parkir yang dapat menyerap air hujan secara cepat (interblock system) serta penghijauan yang dominan. (EVA)

  • 11 May 2013
    Peduli Lingkungan di Seti...

    JAKARTA, NERACA.CO.ID

    Pada prakteknya, bisnis properti berskala besar seringkali identik dengan stigma mengancam kelestarian alam, mulai dari tidak menghiraukan daerah resapan air, menggunduli lahan hijau, hingga penggunaan berbagai alat berat yang merusak tanaman dan lahan subur. Namun, tidak demikian dengan Sinar Mas Land.


    Direktur Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta menuturkan, hal tersebut tidak ditemukan dalam setiap proyek Sinar Mas Land. Lingkungan sekitar arena konstruksi menjadi sebuah pertimbangan penting setiap kali Sinar Mas Land mengerjakan proyek konstruksi bangunan atau membuka area baru untuk pengembangan properti Sinar Mas Land.


    "Sinar Mas Land berkomitmen pada prinsip pro planet dalam setiap projeknya, baik dalam pembangunan gedung komersial, hotel, resort hingga township (kota mandiri). Terlebih lagi sekarang ini pengembang properti hijau telah menjadi tuntutan zaman akibat efek pemanasan global yang telah merusak lingkungan secara masif," kata Ignesjz belum lama ini.


    Popularitas bangunan hijau dewasa ini mulai meningkat. Namun, sambung Ignesjz, tidak sedikit perusahaan dan pengembang yang lebih percaya dengan mitos yang beredar, dimana modal awal dan biaya perawatan yang tinggi kerap kali dijadikan alasan untuk menolak pembangunan bangunan hijau. Sebaliknya, Sinar Mas Land justru percaya bahwa dua hal tersebut adalah sebuah investasi untuk perusahaan dan lingkungan.


    "Tidak itu saja, dengan penerapan bangunan hijau akan terjadi efisiensi energi. Hasilnya, kenaikan biaya investasi dapat dikembalikan dengan penghematan biaya operasi tahunan dan lifecycle-cost bangunan hijau lebih rendah dari bangunan biasa," imbuh dia.


    Jika berbicara tentang bangunan hijau, sama dengan berbicara mengenai upaya penghematan air dan energi, penerapan sistem pembuangan yang tepat guna, serta penggunaan bahan konstruksi yang ramah lingkungan. Beberapa sumbangan Sinar Mas Land untuk lingkungan ini dapat ditemukan di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.


    Di sana terdapat dua gedung yang dibangun dengan prinsip bangunan hijau, antara lain BSD Green Office Park dan Sinar Mas Land Plaza. Beberapa prinsip bangunan hijau yang diterapkan adalah pengurangan panas masuk ke dalam gedung, dengan menggunakan kaca Low-E dan material yang kadar albedo-nya tinggi.


    Penghematan energi dilakukan dengan lampu tenaga surya untuk penerangan jalan umum di kawasan BSD Green Office Park, kapasitor berpendingin es untuk pendingin ruangan di kawasan German School dan material fotovoltaic di kawasan German School. Penghematan air juga dilakukan dengan menerapkan sistem water fixture hemat dengan flow rate rendah.


    Sinar Mas Land juga mengembangkan kampus hijau pertama di Indonesia. Institut Teknplogi sains Bandung (ITSB) yang terletak di kawasan Deltamas Bekasi, memiliki sertifikat bangunan hijau dan telah terdaftar sebagai pilot project Green Building Council Indonesia (GBCI). Adapun beberapa bangunan hijau yang masih dalam proses pekerjaan diantaranya gedung BSD GOP6, kampus Prasetiya Mulya, dan German Centre Office Building. "Implementasi green building di projek Sinar Mas Land menggunakan kriteria greenship dan greenmark, standarisasi internasional mengenai bangunan hijau," ujar dia.

  • 07 May 2013
    GRUP SINAR MAS: Laba bers...

    JAKARTA, BISNIS.COM

    Salah satu grup konglomerasi terbesar, Sinar Mas Grup mencatatkan pertumbuhan laba bersih kuartal I/2013 sebesar 216% menjadi Rp1,64 triliun, meski total pendapatan usaha turun tipis 6,05% menjadi Rp8,96 triliun.


    Melesatnya pertumbuhan laba bersih Grup Sinarmas tersebut terdongkrak dari capaian laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk sebesar Rp1,24 triliun, naik 369% dari periode yang sama tahun lalu.


    Lonjakan laba bersih ini ditopang dari penjualan lahan kepada PT Bumi Parama Wisesa, PT AMSL Indonesia dan PT Indonesia International Expo.


    Ketiganya merupakan hasil usaha patungan antara perseroan dengan masing-masing investor yakni Hongkong Land sebagai investor asal Hongkong, AEON Mall sebagai investor asal Jepang dan Grup Kompas Gramedia.


    "Pencapaian terbesar ini, hanya didapatkan dalam tiga bulan pertama 2013. Dengan hasil ini, kami yakin target pendapatan tahun ini akan tercapai." kata Hermawan Wijaya, Direktur dan Corporate Secretary Bumi Serpong Damai.


    Dari sepuluh perusahaan milik Sinar Mas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sebanyak tiga perusahaan belum merilis laporan keuangan kuartal 1/2013 hingga saat a.l PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Golden Energy Mines Tbk GEMS), dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). (ra)

  • 02 May 2013
    Sinarmas Land to purchase...

    SINGAPORE, SBR.COM.SG

    It's a 12-storey tower.


    In a release, Sinarmas Land Limited announced that it has entered into an agreement for the sale and purchase of the property known as New Brook Buildings, 8-18 Great Queen Street, London, United Kingdom.


    This will be through the sale and purchase of (a) the entire issued units of the Unit Trust; and (b) the entire issued share capital of the nominees, for an aggregate cash consideration of 84,046,910.47 pound sterling (equivalent to approximately S$161,117,927) plus the amount (if any) by which the value of the current assets of the Unit Trust less its liabilities exceeds 0 pound sterling (zero), or minus the amount (if any) by which the Completion Statement Value falls short of 0 pound sterling (zero), upon the terms and subject to the conditions set out in the agreement.


    The property is a freehold Grade A office building consisting of a 12-storey tower connected to a 9-storey wing, with a net lettable area of approximately 99,911 square feet.

  • 25 April 2013
    Sinar Mas Land Kembangkan...

    JAKARTA, BERITASATU.COM

    Pengembang properti Sinar Mas Land berencana mengembangkan kompleks The Palm Springs Golf & Beach Resort, tahap kedua di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tahun ini.


    Langkah ekspansi tersebut, sejalan dengan target pendapatan Palm Spring di tahun 2013 sebesar Rp 45 miliar.


    Marketing Manager Palm Springs Dini M Surdja mengatakan, Sinar Mas Land telah mengembangkan kawasan lapangan golf Palm Spring seluas 100 hektare (ha).


    Dari area total pengembangan seluas 274 ha, maka ada sekitar 174 ha yang siap dibangun pada 2013.


    "Rencana pengembangan yang terpilih adalah kondominium hotel (kondotel) atau hotel yang khusus bagi para pensiunan (retirement) yang ingin menghabiskan waktu dengan bermain golf. Saat ini masih dalam tahap desain," ujar Dini di Nongsa, Batam, belum lama ini.


    Menurut dia, sebagai salah satu lapangan golf resor terbesar di Batam, The Palm Springs Golf & Beach Resort membutuhkan residensial yang memadai.


    "Palm Spring sudah menjadi favorit para pegolf asal Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, hingga 65%. Sedangkan pegolf lokal hanya 35%," jelasnya.


    Penulis: Ely/FER


    Sumber:Investor Daily

  • 19 April 2013
    The Breeze BSD City Usung...

    JAKARTA, SWA.CO.ID

    Sinar Mas Land mengusung konsep yang berbeda untuk sebuah pusat lifestyle pertama di Indonesia, The Breeze BSD City,  yang terletak di kawasan BSD Green Office Park-BSD City. Proyek properti yang rencananya diluncurkan Juli mendatang ini hadir dengan konsep baru yakni, open air lifestyle.

     

    Untuk proyek The Breeze BSD City, Sinar Mas Land telah menyiapkan lahan seluas 13,5 hektar di kawasan BSD Green Office Park. Teky Mailoa, Chief Executive Officer Asset Management Sinar Mas Land, mengatakan, "The Breeze BSD City dirancang oleh Jerde, arsitek asal Amerika yang terkenal dengan desain berkonsep luar ruang. Hasil karya Jerde tidak perlu diragukan, merekalah yang merancang Namba Parks-Jepang, Ropongi Hills-Jepang, dan Santa Monica Promenade-USA."

     

    The Breeze BSD City terdiri dari dua bagian, yakni Lake Level dan Sky Level. Pusat lifestyle dilengkapi dengan area pejalan kaki yang nyaman, water features, bicycle track, thematic garden, danau seluas 2,5 hektar, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Para pengunjung akan merasakan pengalaman berbeda dalam berbelanja karena dapat langsung berinteraksi dengan alam secara langsung sambil menikmati beragam kuliner yang tertata apik membangkitkan selera.

     

    Pusat lifestyle pertama milik Sinar Mas Land ini juga dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas dengan kapasitas parkir lebih dari 800 mobil. Tidak hanya itu, fasilitas transportasi lainnya juga akan disediakan seperti electric commuter train dan buggy car untuk membawa pengunjung dari area parkir ke lokasi pusat perbelanjaan.

     

    Teky pun menuturkan, "Pembangunan The Breeze BSD City juga menyesuaikan dengan iklim dan budaya Indonesia. Sebanyak lima bangunan di kawasan lifestyle center tersebut akan diberi nama Gedung Batik, karena arsitekturnya terinspirasi oleh motif batik asli Indonesia." Mal tanpa dinding tersebut dibangun dengan mengacu pada pentingnya pelestarian lingkungan yang selama ini telah menjadi komitmen Sinar Mas Land. Aspek alami, seperti danau dan taman-taman hijau, dipadukan dengan arsitektur sebuah pusat lifestyle.


    Selain itu, berbagai tenant pun sudah siap mengisi The Breeze BSD City, diantaranya, supermarket, restoran, toko elektronik, romantic hall and lounge, pusat kebugaran, tempat hiburan, playland untuk anak-anak indoor & outdoor, hingga spa dan klinik kecantikan. Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, mengatakan, “Tenant yang mengisi The Breeze BSD City sudah mencapai 70%, yang terdiri dari pusat kebugaran, Foods & Beverages (F&B), dan retail lifestyle lainnya.”

     

    "Tenant yang akan menempati akan diseleksi dengan ketat, supaya bisa menghadirkan suasana yang nyaman dan The Breeze BSD City bisa menjadi tujuan wisata belanja, kuliner dan rekreasi," tandas Teky. (EVA)

  • 18 April 2013
    Sinar Mas Land Rubah Kons...

    TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM

    Sinarmas Land, salah satu pengembang besar, menghentikan pembangunan proyek berkonsep international trade center (ITC). Kini perusahaan milik Taipan Eka Tjipta Widjaya itu akan fokus membangun pusat perbelanjaan berkonsep mal.

     

    "Selama ini kami banyak membangun ITC di Jabodetabek dan luar kota. Hingga saat ini sudah ada 17 atau 18  ITC. Ke depan kami akan banyak bangun mal dengan status sewa (lease), baik yang kami bangun sendiri maupun kerjasama,"  ujar Alphonzus Widjaja, Corporate Head of Malls Sinarmas Land, saat acara pre-opening pusat life style, The Breeze BSD City, Kamis (18/4/2013).

     

    Menurut Alphonzus, membangun mal dengan status sewa kini lebih menjanjikan dibandingkan pusat perbelanjaan berkonsep  ITC yang tokonya diperjual-belikan.

     

    "Dengan status sewa, pengelolaannya kita yang mengatur. Selain itu sekarang ini masyarakat lebih suka pergi ke mal ketimbang trade center," ucapnya.

     

    Di lokasi mana saja Sinarmas Land akan membangun mal baru. Kata Alphonzus, pihaknya memiliki land bank yang cukup banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.

     

    "Kami belum tentukan akan dibangun di mana saja. Yang pasti untuk tahun ini rencana bangun satu dua mal, yang lokasinya di BSD ini," ucapnya.

     

    Kedua mal itu adalah The Breeze, yang berkonsep terbuka, dan menjadi pusat life style. Maka mal yang satunya adalah Aeon Mall, yang bekerjasama dengan pihak Jepang.

     

    Untuk Aeon Mall diprediksi akan malkan dana investasi sekitar 200-300 juta dolar AS. "Untuk The Breeze kami belum bisa ungkapkan angka investasinya. Yang pasti cukup besar, karena lahan yang kami kembangkan 13,5 hektar. Sedangkan luas bangunannya sekitar 25.000 meter persegi," katanya.

     

    Menurut Cicilia Rosalinda, Retail Deputy Director Sinarmas Land, seiring pertumbuhan masyarakat kelas menengah, maka kebutuhan akan mal akan terus meningkat.

     

    Hal itu, kata Rosalinda, menjadi target pasar bagi pihaknya dalam mengembangkan produk properti. Seperti halnya pembangunan The Breeze, pusat lifestyle dan kuliner yang diklaim terbesar di Indonesia ini, bisa menjadi tempat wisata baru bagi warga Jabodetabek.

     

    "Buktinya sejak kami bangun hingga sekarang sudah 70 persen area yang ada tersewa, dengan jumlah tenant sekitar 65 perusahaan. Target kami jumlah penyewa sekitar 75 perusahaan," ucapnya.

     

    Sesuai rencana The Breeze akan dibuka untuk umum 9 Juli 2013. "Kami harap semua tenant sudah bisa buka pada saat pusat lifestyle ini dibuka. Kalau tidak buka, itu akan menjadi masalah buat pengelola dan tenant lain," kata Alphonzus.

     

    Editor : Dian Anditya Mutiara

  • 18 April 2013
    The Breeze BSD, Pusat Gay...

    JAKARTA, KOMPAS.COM

     Sinar Mas Land siap meluncurkan The Breeze BSD City, pusat lifestyle pertama di Indonesia Juli 2013 mendatang. Lifestyle center yang terletak di kawasan BSD Green Office Park – BSD City ini, hadir dengan konsep baru yakni, open air lifestyle.


    The Breeze BSD City akan menjadi sebuah tempat lifestyle center serta tempat hiburan yang terintegrasi dengan danau pemandangan alami Sungai Cisadane.

    Ishak Chandra Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land dalam surat elektroniknya Kamis (18/4/2013) mengatakan, para penyewa yang mengisi The Breeze BSD City sudah mencapai 70 persen, terdiri dari pusat kebugaran, foods & beverages (F&B) dan retail lifestyle lainnya.


    Menurut Ishak, mal tanpa dinding tersebut dibangun dengan mengacu pada pentingnya pelestarian lingkungan yang selama ini telah menjadi komitmen Sinar Mas Land. Aspek alami seperti danau dan taman-taman hijau dipadukan dengan arsitektur sebuah lifestyle center.
     

    Berbagai tenant siap mengisi The Breeze BSD City di antaranya supermarket, restoran, toko elektronik, romantic hall and lounge, pusat kebugaran, tempat hiburan, playland untuk anak-anak indoor & outdoor, spa dan klinik kecantikan.

    Nama-nama Penyewa

    Chief Executive Officer Asset Management Sinar Mas Land, Teky Mailoa menambahkan, sejak diluncurkan bulan Agustus 2012 lalu, antusiasme para tenant yang ingin menyewa unit usaha di tempat ini sangat tinggi.

     

    Dari 65 unit usaha yang tersedia di The Breeze BSD City, yang akan membuka gerainya adalah Gold’s Gym Fitness Center, Sushi Tei Japanese Resto, Bann Jittlada Seafood Thai Resto, Ootoya Japanesse Resto, Gubug Makan Mang Engking, Fish & Co Resto, Optik Melawai, Penang Bistro, Coffee Bean and Tea Leaf, Kopi Luwak.

     

    Selain itu, The Bodyshop, Blueribs Resto, Meat Me Resto, Excelso,  Jade Leaf Health and Wellness Center, Chipmunks Playland, Hall and Lounge, Erafone, Torico Japanese Resto, Hasami Kushi Japanese Style Hair Salon, Opus Café, Sate Khas Senayan Resto, Gula Merah Indonesian Resto, Solaria Resto, Shabu Auce Resto, Oldtown White Coffee.

     

    Demikian juga TokoPDA.com, Samsung Store, The Vertex by Infinite Apple Store, Guardian Store, Osaka Moo Steak and Grill Resto, Hong Kong Café Resto, Rumah Makan Phi, Georg Peck Café, Soto H. Mamat, Sate Pasar Lama, Bakpao Permata, Baskin Robbins Ice Cream, Daily Fresh, First Love Patisserie Café, Gong Cha Café, dan banyak lagi brand ternama lainnya.

    "Penyewa diseleksi dengan ketat karena kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman. Kami berharap The Breeze BSD City bisa menjadi tujuan wisata belanja, kuliner
    dan rekreasi," ungkap Teky bangga.

    Arsitektur Batik
    Untuk proyek The Breeze BSD City ini, Sinar Mas Land telah menyiapkan lahan seluas 13,5 Hektar dikawasan BSD Green Office Park. Teky melanjutkan, pembangunan The Breeze BSD City juga menyesuaikan dengan iklim dan budaya Indonesia. Lima bangunan di kawasan lifestyle center tersebut akan diberi nama Gedung Batik, karena arsitekturnya terinspirasi oleh motif batik asli Indonesia.

    The Breeze BSD City dirancang oleh JERDE, arsitek asal Amerika yang terkenal dengan desain berkonsep luar ruang. Hasil karya JERDE tidak perlu diragukan, mereka-lah yang merancang Namba Parks –Jepang, Ropongi Hills – Jepang dan Santa Monica Promenade – USA.


    The Breeze BSD City terdiri dari dua bagian yakni Lake Level dan Sky Level. The Breeze BSD City juga akan dilengkapi dengan area pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, water features, bicycle track, thematic garden, danau seluas 2,5 hektar serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

     

    Para pengunjung akan merasakan pengalaman berbeda dalam berbelanja karena pengunjung dapat langsung berinteraksi dengan alam secara langsung sambil menikmati beragam kuliner yang tertata apik membangkitkan selera. 

     

    Lifestyle center pertama milik Sinar Mas Land ini juga dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas dengan kapasitas parkir lebih dari 800 mobil. Tidak hanya itu, fasilitas transportasi lainnya juga akan disediakan seperti electric commuter train dan buggy car untuk membawa pengunjung dari area parkir ke lokasi pusat perbelanjaan.


    Sinar Mas Land dalam waktu dekat juga akan mulai membangun AEON Mall BSD City – sebuah mal suburban gaya Jepang pertama di Indonesia. Dengan kehadiran dua mal tersebut, diharapkan BSD City dapat menjadi tujuan wisata belanja warga Jabodetabek.

     

    Editor :
    Robert Adhi Ksp

  • 11 April 2013
    BSD Jualan Properti Rp 2,...

    JAKARTA, DETIK.COM

    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan lonjakan pemasaran properti alias marketing sales sebesar 3,4 kali atau setara 214% mencapai Rp 2,6 triliun di triwulan I-2013, dibandingkan periode yang sama 2012 yakni Rp 828,4 miliar.


    Lonjakan tersebut didorong oleh penjualan kavling tanah (Land Plots) yang tumbuh 7,31 kali lipat atau 631% menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 271 miliar.


    Kuatnya penjualan tanah pada triwulan I-2013 ini menempatkan segmen ini sebagai kontributor terbesar marketing sales Perseroan dengan 77% dari total marketing sales Rp 2,6 triliun.


    "Kuatnya penjualan marketing sales di awal tahun merupakan keberhasilan Perseroan untuk menjalin kemitraan strategis melalui pembentukan perusahaan Joint Venture, masing-masing dengan mitra internasional kami yakni Hongkong Land dan AEON Mall dari Jepang," jelas Direktur dan Corporate Secretary BSDE Hermawan Wijaya dalam siaran pers, Kamis (11/4/2013).


    "BSDE berhasil menjual lahan seluas total 66 ha atau senilai Rp 1,70 triliun kepada dua perusahaan Joint Venture tersebut. Bahkan, anak perusahaan antara BSDE dan Hongkong Land akan menambah lagi pembelian lahan seluas 10 ha untuk mengenapkan pembelian lahan sampai 68 ha pada tahun ini," tambahnya.


    Atas pencapaian tersebut, BSDE selaku emiten properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia telah mengamankan 37% dari target marketing sales 2013 sebesar Rp 7 triliun pada kuartal pertama 2013.


    Segmen residensial yang selama ini menjadi kontributor utama penjualan pada kuartal I 2013 tumbuh stabil di kisaran 21% atau mencapai Rp 516 miliar dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2012 yakni Rp 428 miliar.


    Segmen ini berkontribusi 20% terhadap total penjualan Perseroan. Selain itu, segmen Rumah Toko (Shophouse) membukukan pertumbuhan 11% atau sebesar Rp 93,75 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 84,25 miliar.


    "Segmen residensial masih menjadi kontributor utama pendapatan kami. Penjualan lahan kepada mitra strategis merupakan bagian dari strategi kami untuk mengakselerasi pengembangan kota mandiri BSD City. Dengan masuknya proyek dan mitra strategis dengan reputasi internasional serta semakin terbukanya akses jalan tol akan mendorong penjualan properti di BSD City," katanya.


    Berdasarkan portopel proyek, BSD City pada kuartal I-2013 menjadi kontributor utama penjualan dengan 85% atau setara Rp 2,21 triliun terhadap total penjualan Perseroan. Kontributor penjualan terbesar kedua dibukukan oleh Kota Wisata Cibubur sebesar 7% atau Rp 181,90 miliar kemudian Grand Wisata Bekasi 4% atau Rp 103,94 miliar.


    (ang/hen)

  • 11 April 2013
    Pefindo naikkan peringkat...

    JAKARTA, SINDONEWS.COM

    PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Obligasi Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai senilai Rp3 triliun menjadi idAA- dari A+. Naiknya peringkat tersebut didukung kuatnya perlindungan arus kas perusahaan.


    Analis Pefindo, Anies Setyaningrum mengatakan, prospek peringkat perusahaan adalah stabil. "Peringkat mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang kuat di industri properti, produk properti perusahaan dan cakupan area yang terdiversifikasi serta proteksi arus kas yang kuat," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/4/2013).


    Kendati demikian, peringkat tersebut dibatasi ketergantungan perseroan terhadap penjualan properti yang sensitif terhadap perubahan indikator makro ekonomi.


    BSDE merupakan pengembang properti di Serpong (BSD City) dan diversifikasi ke Jakarta, Bekasi, Cibubur, Surabaya, Medan, Balikpapan, Samarinda, Manado dan Palembang. Saat ini, mayoritas saham perseroan atau sebanyak 61 persen dimiliki oleh Grup Sinarmas.


    (rna)

  • 10 April 2013
    Gelar Kejuaraan Sepeda Gu...

    JAKARTA, THE-MARKETEERS.COM

    Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia bakal menyelenggarakan event Sinarmas Land - JPG MTB XC Open Championship 2013. Kejuaraan sepeda gunung ini merupakan yang pertama diselenggarakan pada tahun 2013 oleh PB-ISSI. Arena balap akan berlangsung di tempat di sirkuit Taman Kota 2, BSD City. "Sinar Mas Land selalu berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya di cabang balap sepeda gunung, dan berharap melalui kejuaraan ini mampu melahirkan bibit bikers baru yang berkualitas dan mampu berprestasi," ungkap Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land.


    Sebuah hal yang unik, pada kejuaraan ini Sinar Mas Land dan JPG melakukan inovasi baru, yaitu mengasuransikan para pembalap di kejuaraan dalam rentang nilai pertanggungan antara Rp. 1 juta hingga Rp 25 juta. Uang pertanggungan asuransi tersebut bakal didapat sesuai dengan cidera atau kecelakaan yang dialami peserta ketika mengikuti lomba. "Asuransi terhadap pembalap sepeda gunung ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia, khususnya cabang balap sepeda gunung. Dengan adanya inovasi pemberian asuransi bagi para peserta lomba, membuat Sinar Mas Land semakin yakin dengan kualitas lomba yang diselengarakan JPG. Selain itu, para peserta lomba juga tidak perlu khawatir dengan keselamatan jiwanya ketika mengikuti lomba balap sepeda gunung extreme tersebut," ungkap Ishak Chandra.


    Pangeran Ilham Baron, Ketua Komunitas JPG Mountain Bike Park menambahkan, pihaknya ingin fokus pada pengembangan bibit muda balap sepeda gunung, tetapi juga mengakomodir para penghobi dengan rentang usia 35 - 50 tahun agar tetap dapat berpartisipasi. "Oleh karena itu, kami memberikan hadiah utama masing-masing 1 Unit sepeda KTM yang siap digunakan balapan kepada juara 1 kelas Junior dan Senior. Selain itu untuk pertama kalinya di Indonesia, kami membuka juga kelas sepeda All Mountain di Lintasan Taman Kota 2," tutur Ilham.


    Lebih dalam Ilham mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lintasan untuk sepeda XC (Cross Country) dan sepeda jenis All Mountain, dimana rute dan karakter trek telah disesuaikan dengan karakter sepeda tersebut. Diharapkan hal ini dapat menjadi penyegar bagi para pembalap dan penghobi sepeda gunung. Lomba balap sepeda Cross Country kali ini memperebutkan hadiah dengan nilai total sebesar Rp 60 juta. Pada kejuaraan ini, yang akan diperlombakan adalah kelas: Men Elite, Women Elite, Master A (30-40 Tahun), Master B (41-50 Tahun), Master C (50 Tahun ke atas), Junior (14-19 Tahun), Senior (20-29 Tahun), 16 Tahun ke atas (diatas 80 kg), Kelas MTB All Mountain (35 th-50 th).


    Komunitas JPG telah mengadakan lomba sejenis sebanyak 5 kali di trek Taman Kota (Tako) 2 BSD City sejak tahun 2010 dan kejuaraan terakhir adalah event JPG-Sinarmas Land Mountain Bike XC Open Championsip pada 14-15 Juli 2012. Kejuaraan itu merupakan event balap sepeda gunung pertama di Indonesia untuk nomor Cross Country yang sistem waktunya menggunakan Transponder.

  • 05 April 2013
    Pasar Modern BSD Serpon...

    JAKARTA, INVESTOR.CO.ID

    Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan hari ini meninjau pasar BSD City di Tangerang Selatan. Ada beberapa parameter yang membedakan Pasar BSD dengan pasar tradisional.


    "Pasar tradisional ini dapat menjadi acuan dalam hal pembangunan fisik maupun pengelolaan pasar tradisional," jelas Mendag.


    "Bentuk bangunan yang permanen serta pengaturan zoning yang jelas. Kedua, sistem pengelolaan yang teratur dan modern, komputerisasi, sistem keamanan yang ketat. Ketiga, Sumber Daya Manusia yang berkualitas," urainya seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Perdagangan.


    Gita menjelaskan Kementerian Perdagangan memiliki program pengembangan pasar percontohan yang dimulai sejak tahun 2011 dengan 10 lokasi pasar.


    Pada tahun 2012, jumlah pasar percontohan yang dikembangkan menjadi 20 lokasi dan pada tahun 2013, jumlahnya kembali bertambah sebanyak 23 lokasi.


    "Dengan membandingkan konsep pembangunan dan pengelolaan yang telah diterapkan oleh Pasar BSD dan pasar percontohan, diharapkan program pengembangan revitalisasi pasar tradisional dapat berhasil secara optimal," kata Mendag.


    Pasar Bumi Serpong Damai yang dibangun pada 1 Juli 2004 menempati lahan seluas 2.400m2 dan memiliki luas bangunan 1.400m2. Pasar BSD memiliki 310 lapak, 320 kios, dan 100 ruko.


    Fasilitasnya meliputi parkir yang luas, musholla, toilet, tempat pemotongan ayam yang terpisah dengan bangunan induk, tempat penampungan sampah, instalasi air bersih, gudang. kantor pengelola, pos keamanan, serta ATM center. (*/hrb)

  • 25 March 2013
    Peminat kluster baru di B...

    JAKARTA, KONTAN.CO.ID

    Minat terhadap hunian di pinggir Kota Jakarta masih tinggi. Buktinya, Sinar Mas Land harus mengundi calon pembeli kluster Inika Island karena kelebihan permintaan. Kluster ini merupakan kluster terbaru yang berlokasi di kawasan The Avani, Bumi Serpong Damai (BSD) City. Hingga saat ini, jumlah pemesan kluster Inika Island sudah mencapai 370 pemesan.

     

    Uniknya, kluster dengan lahan seluas 36.896 meter persegi (m2) ini hanya menawarkan 42 unit rumah dan 53 unit kaveling. "Kami menawarkan dengan harga mulai Rp 1,7 miliar untuk kaveling dan Rp 1,9 miliar untuk rumah," ungkap Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land, Sabtu (23/3).

     

    Kesuksesan kluster Inika Island mengikuti delapan klaster sebelumnya di The Avani. Klaster Aleeka de Vue dan Nittaya yang diluncurkan Oktober 2011 lalu langsung ludes terjual pada saat peluncuran. Sedangkan kluster Lavanya dan Ammarilla berhasil menjual 90% unitnya pada penawaran tahap pertama di bulan Februari 2012. Selain itu, kluster Chadna dan Amantha, serta kluster Divena dan Deshna juga laris manis.

     

    Sinarmas Land merilis masing-masing kluster itu pada Mei dan Oktober 2012. Adapun kluster Inika Island adalah kluster pertama yang dirilis tahun ini. Ishak mengklaim, keunggulan BSD City sebagai kota mandiri adalah dari segi akses. Selain perumahan, BSD City telah berdiri sejumlah fasilitas komersial. Yang teranyar adalah The Breeze.

  • 25 March 2013
    Alasan Properti di Kawasa...

    JAKARTA, OKEZONE.COM

    Kawasan BSD, yang berada di selatan Jakarta, semakin menunjukkan perkembangan yang pesat. Terbukti, harga properti di kawasan tersebut kian meningkat.

    Menurut Assoiciated Director Colliers International, Ferry Salanto, salah satu faktor adalah adanya perubahan dalam segi aspek kehidupan. Salah satu contohnya aspek ekonomi.

    "Terjadi pergeseran kegiatan ekonomi yang awalnya kebanyakan di CBD berkembang ke TB Simatupang hingga sampai BSD," ungkapnya saat dihubungi Okezone, Senin (25/3/2013).

    Selain itu, di kawasan BSD juga kian marak pembangunan perumahan. Ditambah dengan banyaknya perkantoran yang mulai hijrah ke daerah pinggiran.

    "Saat ini area komersial seperti perkantoran mulai berpikir untuk berpindah ke pinggir Jakarta. Karena, beberapa dari mereka berpikir tidak harus berada di pusat kota lokasinya, pinggiranmu tidak apa-apa," ungkapnya. (nia)

  • 25 March 2013
    Tren Akuisisi BSD...

    JAKARTA, INVESTORDAILY.COM

    Aset PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) bertumbuh 31% pada 2012, sedangkan pengembangan lahan meningkat 75%. Hal itu ditopang oleh akuisisi lahan di Jakarta dan Surabaya, serta konsolidasi proyek Kota Wisata.


    Peningkatan aset BSD melalui akuisisi kemungkinan berlanjut. Sebab, dengan akuisisi, pertumbuhan emiten berkode saham BSDE tersebut bakal melampaui pertumbuhan sektor properti. “Merger dan akuisisi akan menjadi cara paling ampuh,” tulis analis CIMB Securities Lydia Toisuta dalam risetnya, baru-baru ini.


    Dia mengungkapkan, dengan kas sebesar Rp 4 triliun dan potensi penerbitan obligasi hingga senilai Rp 2 triliun, BSD memiliki ruang yang memadai untuk merger dan akuisisi.


    Belum lama ini, perusahaan properti milik Grup Sinar Mas itu berhasil mengakuisisi lahan seluas tiga hektare (ha) milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Nilai akuisisi mencapai Rp 868,9 miliar.

  • 24 March 2013
    Aset Bumi Serpong Makin T...

    JAKARTA, INILAH.COM

    Aset-aset yang dimiliki PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan semakin menguatkan kinerja perseroan ke depan.

    Dalam risetnya, ETrading Securities menjelaskan salah satu anak usaha perseroan PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) telah menyumbang keuangan BSDE. DUTI mengalami peningkatan laba bersih sebesar 45,19% menjadi Rp613,33 miliar pada 2012.

    Hal ini menunjukkan kinerja keuangan perseroan yang solid di tengah ketatnya kompetisi segmen properti. BSDE juga telah membeli tanah milik ELTY sebesar 3 hektare di daerah Kuningan.

    Sepanjang tahun 2012, BSDE mengalami kenaikan laba bersih menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,01 triliun di tahun 2011 atau naik 45,5%. Pada akhir perdagangan Jumat (22/3/2013) melemah Rp50 ke Rp1.690 dengan volume 131.003 saham senilai Rp111,7 miliar sebanyak 1.754 kali transaksi.

  • 24 March 2013
    Cluster Inika Island Sina...

    JAKARTA, WARTAEKONOMI.CO.ID

    Konsumen kembali merespon positif Cluster Inika Island, klaster terbaru dari kawasan hunian eksklusif The Avani BSD City. Jumlah formulir pemesanan sementara sudah mencapai 370 formulir, padahal unit yang ditawarkan sangat terbatas yaitu 42 unit rumah dan 53 unit kavling tanah  sehingga harus dilakukan pengundian.

     

    Ishak Chandra Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land dalam siaran persnya memberikan apresiasi kepada para konsumen setia Sinar Mas Land. “Kami sangat berterima kasih pada konsumen yang terus memberikan kepercayaannya dengan membeli Cluster Inika Island. Kepercayaan ini jadi bukti kualitas Sinar Mas Land yang selalu menyediakan hunian terbaik untuk menjawab kebutuhan serta kepercayaan masyarakat,” kata Ishak.

     

    Cluster Inika Island yang memiliki luas 36.896 m2 dan dikelilingi area hijau seluas 6.371 m2 menyuguhkan konsep hunian tropis. Inika yang berarti “The Little Earth” memberikan suasana alami dengan pemandangan indah yang menyejukkan mata bagi setiap penghuninya.

     

    Dilengkapi dengan fasilitas terkini, jalan boulevard, dan dikelilingi sabuk hijau yang terdiri dari pepohonan rindang, membuat Cluster Inika Island menjadi pilihan hunian terbaik bagi masyarakat. “Cluster Inika Island adalah sebuah terobosan baru dalam konsep hunian eksklusif yang memanjakan masyarakat dengan pemandangan indah, udara  bersih dan segar untuk meningkatkan kualitas kehidupan penghuninya,” ujar Ishak. Ishak mengatakan harga untuk kavling Rp 1,7  miliar dan 1,9 miliar  untuk  rumah

     

    Kesuksesan Cluster Inikah Island mengikuti kesuksesan cluster-cluster lainnya di kawasan The Avani yang sangat diminati konsumen. “Delapan cluster sebelumnya di kawasan The Avani selalu berhasil menarik minat konsumen. Cluster Aleeka de Vue dan Nittaya yang diluncurkan Oktober 2011 lalu langsung sold out pada saat launching. Bahkan, Cluster Lavanya dan Ammarila yang diluncurkan Februari 2012 pada penawaran tahap pertamanya 90 persen dari unit yang disediakan juga habis terjual,” ujar Ishak. Kesuksesan juga diikuti Cluster Chadna dan Anantha yang diluncurkan pada Mei 2012 serta Cluster Divena dan Deshna yang diluncurkan Oktober  tahun lalu.

     

    (hatta@wartaekonomi.com)

  • 21 March 2013
    EMITEN PROPERTI: Laba be...

    JAKARTA, BISNIS.COM

    Pengembang perumahan milik Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan laba bersih sepanjang 2012 sebesar Rp1,47 triliun atau naik 46,12% dari kinerja tahun sebelumnya  Rp1,01 triliun.


    Sejalan dengan itu, laba usaha per saham dasar perseroan naik menjadi Rp73,50 per saham dari tahun sebelumnya Rp48,50 per saham. Adapun laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,28 triliun, dan kepentingan non pengendali sebesar Rp192,81 miliar.


    Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2012 yang diterbitkan, Kamis (21/3/), pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 32,83% menjadi Rp3,72 triliun, dari kinerja 2011 yang hanya Rp2,86 triliun.


    Kenaikan pendapatan tersebut, mendorong kenaikan beban pokok penjualan perseroan 31,87% menjadi Rp1,34 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,02 triliun.

     

    Sementara itu, laba usaha perseroan sepanjang Januari-Desember 2012 tercatat Rp1,43 triliun, naik 49,03% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp960,55 miliar. (faa)

     

    Editor : Fahmi Achmad

  • 19 March 2013
    Usai akuisisi lahan ELTY,...

    JAKARTA, KONTAN.CO.ID

    PT Bumi Serpong Damai Tbk siap mengembangkan lahan yang baru saja diakuisisi di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan. Anak usaha Grup Sinarmas Land ini akan membangun apartemen di lahan seluas 3 hektare (ha) itu.

     

    Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai (BSD), Hermawan Wijaya, menjelaskan saat akuisisi, peruntukan lahan itu memang untuk dibangun apartemen. Selain itu, permintaan terhadap apartemen di kawasan Kuningan cukup menjanjikan lantaran permintaan tak seimbang dengan pasokan yang sangat terbatas.

     

    Hermawan menambahkan, kendati permintaan perkantoran juga sangat tinggi di kawasan segitiga bisnis itu, hingga kini, BSD belum berniat mendirikan perkantoran di Rasuna Epicentrum.

     

    Namun, manajemen BSD belum bisa memberi tahu jumlah menara dan unit apartemen yang akan dibangun lantaran masih tahap perencanaan. Yang jelas, harga jualnya sudah di atas Rp 25 juta per meter persegi (m²). "Apartemen memang untuk konsumsi kelas menengah hingga menengah atas," kata Hermawan ketika dihubungi KONTAN, Senin (18/3).

     

    Jika tak ada aral melintang, emiten berkode saham BSDE ini mulai meluncurkan apartemen di Kuningan pada akhir tahun ini. Pembangunan apartemen dijadwalkan mulai tahun depan dan akan rampung dalam tempo empat tahun hingga lima tahun.

     

    BSD akan terus berekspansi dengan cara mengakuisisi lahan baru. "Lahan merupakan bahan baku kami sebagai pengembang properti. Kami akan terus mencari landbank di lokasi strategis," ungkap Hermawan.

     

    Sembari mematangkan rencana, saat ini, BSD fokus menggarap BSD City. Kompleks yang berlokasi di Tangerang Selatan ini merupakan salah satu kota mandiri terbesar di Indonesia.

     

    BSD City menempati area seluas 5.950 ha. BSD telah menyelesaikan pengembangan tahap I seluas 1.500 ha. Saat ini, BSD sedang mengembangkan tahap II seluas 2.000 ha sampai tahun 2020.

     

    Selain merilis beberapa klaster residensial baru, BSD berencana menggarap sejumlah proyek baru tahun ini, seperti pusat gaya hidup The Breeze, apartemen Saveria, dan rumah toko.

     

    Akhir pekan lalu, BSD mengumumkan akuisisi lahan seluas 3 ha di kawasan Rasuna Epicentrum milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Nilai akuisisi tersebut mencapai Rp 868,93 miliar.

  • 19 March 2013
    Sinarmas Land, Visioner V...

    JAKARTA, SWA.CO.ID

    VMware Inc., perusahaan global dalam virtualisasi dan infrastruktur awan, mengumumkan telah memberikan penghargaan kepada Sinarmas Land sebagai Visioner Vmware. Head of IT Sinarmas Land, Irvan Yasni membagi cerita bagaimana perusahaan telah berhasil menggunakan solusi virtualisasi VMware untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas TI di seluruh organisasi.


    "Sinarmas Land adalah contoh yang bagus dari sebuah perusahaan yang tidak hanya secara efektif memvirtualisasikan infrastruktur data centernya untuk secara signifikan mengurangi biaya, tetapi juga telah mengambil langkah pelopor untuk mengadopsi virtualisasi desktop untuk merealisasikan penghematan dan return di seluruh organisasinya," kata Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia.

     

    Untuk mencapai rencana pertumbuhan Sinarmas Land, perusahaan membutuhkan infrastruktur yang fleksibel dan dinamis yang dapat memenuhi dan mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan. Perusahaan juga mencari infrastruktur dan sistem yang kuat yang bisa memberikan kontrol keamanan informasi yang lebih baik, sementara menjaga biaya yang rendah dan memaksimalkan return dari infrastruktur barunya.


    Hal ini membawa perusahaan untuk menjalankan sekitar 90 aplikasi business-critical dan database pada VMware vSphere, dan memilih VMware Horizon View over Citrix XenDesktop untuk virtualisasi desktop.


    "Tim IT kami melakukan evaluasi dan mendapatkan bahwa VMware Horizon View lebih murah daripada kompetitor, dan kompetitif dalam hal biaya untuk konsumsi sumber daya server, bandwidth, dan client operation. Yang krusial, pengguna akan mengalami kinerja yang sama dari aplikasi yang diakses melalui desktop virtual seperti yang mereka alami dengan komputer pribadinya sehingga meminimalkan resistensi pengguna untuk proyek virtualisasi desktop," kata Yasni.


    Implementasi virtualisasi Sinarmas Land juga didukung oleh mitra VMware termasuk Cisco, Dimensi Data Indonesia, dan Packet Systems Indonesia.


    Melalui virtualisasi datacenter, Sinarmas Land telah berhasil melakukan migrasi aplikasi SAP ke VMware vSphere. Bahkan, kinerja modul SAP Human Capital Management meningkat sebesar 30 persen, sedangkan biaya operasi sistem infrastruktur SAP telah menurun sebesar 33 persen. Perusahaan sekarang juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja aplikasi bisnis lainnya, dan menambah lebih banyak aplikasi ke VMware vSphere, tanpa kekhawatiran tentang ketersediaan sumber daya dalam jangka pendek.


    Selain itu, dengan memusatkan lingkungan desktopnya memungkinkan Sinarmas Land dengan cepat menambahkan dan mengintegrasikan karyawan baru ke dalam infrastrukturnya seiring pertumbuhan perusahaan, dan mengatur kembali staf yang diperlukan untuk mendukung jajaran dekstop ke peran lain seperti network engineering.


    Dari perspektif manajemen biaya, total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) dari lingkungan desktop Sinarmas Land telah menurun, dan perusahaan kini mampu mengelola persediaan lisensi dan perangkat lunak dengan lebih efektif — sehingga menghindari risiko penggunaan produk tidak berlisensi atau bajakan.


    Manfaat lain dari infrastruktur desktop virtual adalah TI Sinarmas Land telah berhasil meminimalkan ancaman malware dan virus ke jaringan perusahaan, serta kemungkinan bocornya informasi sensitif perusahaan.


    "Ketika Anda menyertakan support, TCO dari virtual desktop hanya beberapa ratus dolar Amerika Serikat sedikit lebih rendah dari desktop fisik,” kata Yasni. “Jika Anda kalikan ini dengan ribuan desktop, penghematan secara keseluruhan bisa sangat besar." (EVA)

  • 18 March 2013
    Beli Tanah Rp 868 Miliar ...

    JAKARTA, DETIK.COM

    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) telah membeli lahan 3 hektar senilai Rp 868,93 miliar di kawasan Rasuna Epicentrum Jakarta Selatan. Pembelian dan pemilihan tanah di kawasan Cental Business District (CBD) Kuningan oleh BSD ini karena dapat tawaran dari anak usaha grup Bakrie, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

    Hal ini diungkapkan oleh Direktur dan Corporate Secretary BSD Hermawan Wijaya kepada detikFinance, Senin (18/3/2013).

    "Cari tanah di Jakarta khususnya kawasan CBD, susah carinya karena sangat terbatas, kebetulan Bakrie menawarkan, kita ada minat. Kita juga cari, mereka juga menjual akhirnya ketemu," tutur Hermawan.

    Lokasi lahan yang dibeli oleh pengembang perumahan BSD ini adalah di dalam lingkaran Epicentrum Walk (Epiwalk) dan lot di dalam Epicentrum. Hermawan menjelaskan, pembelian tanah senilai Rp 868,93 miliar telah selesai dilakukan pada tahun ini.

    "Sudah eksekusi (dibayar), pembicaraan sudah dilakukan dari tahun lalu," tambahnya.

    (feb/ang)

  • 18 March 2013
    Michael Widjaja Ingin Mew...

    JAKARTA, SWA.CO.ID

    Michael Widjaja adalah generasi ketiga Grup Sinar Mas. Anak Muktar Widjaja dan cucu Eka Tjipta Widjaja ini menduduki posisi Group CEO Sinar Mas Land, yang membawahi perusahaan properti terkemuka PT BSD Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk. Di bawah kepemimpinan Michael Widjaja, kedua perusahaan properti itu digabungkan di bawah holding company Sinar Mas Land. Apa saja mimpi Michael Widjaja dalam mengembangkan Sinar Mas Land, berikut penuturannya dalam wawancara dengan Rosa Sekar Mangandalum:

    Biasanya anak pemilik perusahaan sudah pisah dari orang tua sejak kecil untuk bersekolah di luar negeri. Bagaimana dengan Anda?


    Sejak SD, saya tinggal dan bersekolah di Singapura. Orang tua datang menjenguk hanya sebulan sekali.

    Perasaan Anda saat itu?

    Sebagai anak kecil, tentu saya punya perasaan ditinggalkan. Tapi lama-kelamaan, saya belajar bahwa orang tua melakukannya untuk masa depan saya terbaik. Dari kesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri ini pula, saya jadi punya pespektif berbeda, budaya berbeda, dan juga makin mandiri karena terbiasa mengurus berbagai hal tanpa orang tua.

    Bagaimana Anda terus belajar mengatasi tantangan ini agar siap kembali ke Indonesia?

    Saya sudah mengantisipasi bahwa keadaan pasti berbeda di Indonesia. Tapi, keadaan yang seperti itu dijalani saja. Saya belajar dulu tentang budaya dan bahasa Indonesia. Tinggal seatap dengan orang tua juga perlu penyesuaian karena pada dasarnya, sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Terkait budaya perusahaan, saya belajar lewat tindakan langsung saja.

    Apa jabatan pertama Anda di perusahaan keluarga?

    Saya kembali ke Indonesia pada tahun 2007. Saat itu, saya berusia 24 tahun. Saya sudah tahu bahwa saya akan dijadikan penerus usaha oleh ayah. Lalu saya bergabung ke dalam perusahaan keluarga pada pertengahan 2007 itu juga. Saya memulai karier di PT Duta Pertiwi Tbk. Saya tidak diberi posisi apa-apa, malah cuma disuruh “membayang-bayangi” (shadowing) ayah. Apa pun rapat dan pertemuan yang dihadiri ayah, saya disuruh ikut seperti bayangannya. Ibaratnya, saya sekadar penonton di Sinarmas. Sampai satu tahun lebih, saya ikut ayah ke mana-mana. Menurut saya, itu bagian dari pembelajaran mengenai bagaimana perusahaan ini berjalan, bagaimana yang seharusnya, dan bagaimana akan berjalan di masa depan.

    Selepas menjadi observer di Duta Pertiwi, ayah menawarkan pada saya, “Ada dua unit, Duta Pertiwi dan BSD. Kamu mau coba yang mana?”
    Saya memilih BSD. Lalu saya pun pindah ke sana tahun 2008, menjabat Wakil Presiden Direktur BSD.

    Dipercaya sebagai wakil presiden direktur, saya merasakan beban yang sangat berat. Tahun 2008 itu, BSD sedang jaya-jayanya. Sebelumnya, keadaan BSD bisa dibilang tidak begitu baik. Saya boleh bersyukur, saya masuk saat BSD mulai menanjak ke keadaan sekarang. Di sisi lain, saya justru menyesal karena tidak sempat mengalami masa-masa sulit BSD.

    Sampai dua tahun pertama, prosesnya masih pengenalan perusahaan dan orang-orang di BSD. Saya kira, yang saya alami seperti penyesuaian. Tahun 2010, saya baru betul-betul menyumbangkan wawasan dan masukan dari saya sendiri.

    Apa saja suka duka menjadi CEO muda di kelompok usaha properti?

    Bagi saya, membangun kota seperti BSD City merupakan pengalaman suka karena ini kegiatan menciptakan sesuatu yang bisa menjadi pusat perhatian Jakarta sekaligus berbeda. Sementara itu, pengalaman duka juga banyak.

    Siapa yang jadi mentor bagi Anda pada saat-saat krisis seperti itu?

    Tentu saja kakek jadi mentor bagi saya. Kini beliau sudah tidak begitu aktif dalam pengelolaan perusahaan (operating business), tapi masih aktif dalam grand masterplan.

    Selain kakek, ayah adalah mentor saya juga. Saya sangat kagum padanya.

    Sementara di perusahaan, Presiden Direktur BSD-lah yang jadi mentor saya. Beliau, Harry Budi Hartanto, selalu membantu lewat proses tik-tok ide. Dia sudah bekerja di perusahaan kami hampir 27 tahun. Dia tahu jauh lebih banyak hal daripada saya. Saya selalu tik-tok ide-ide gila saya dengannya. Dialah yang menanggapi dengan mengatakan, “Tidak semua bisa dilakukan karena mungkin terlalu idealis. Kita ambil bagian yang bagus lalu coba terapkan.” Tentu saja, pengaruhnya sangat besar.

    Bagaimana upaya Anda keluar dari bayang-bayang orang tua?

    Saya tidak punya tujuan langsung untuk menghapus bayang-bayang orang tua dari saya. Kalau terjadi, ya terjadi. Kalau tidak, ya tidak. Saya akan selalu jadi anaknya dan akan selalu seperti itu. Suka tidak suka, nama besar orang tua mempengaruhi saya dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Kalau melihat dari sudut pandang orang lain, saya selalu dinilai dengan “embel-embel” ayah. Seandainya saya berhasil, orang akan bilang, “Namanya juga anak Muktar Widjaja.” Sebaliknya saat saya gagal, mereka menilai, “Itulah jeleknya Muktar Widjaja.”

    Boleh dapat gambaran tentang interaksi Anda dengan ayah dalam pengelolaan Sinarmas?

    Saya tidak sepenuhnya bebas berinovasi. Tentu saja, masih dipantau oleh ayah. Proses penerimaan ide saya untuk inovasi melalui cara diskusi dulu dengan ayah.

    Kalau saya minta tanggapan dari orang tua, hasil kerja saya pasti tidak cukup baik. Ini ada benarnya pula. Siapa tahu saya terlalu berkhayal atau melupakan risiko dalam perencanaan. Semua manusia selalu begitu. Saya sudah melakukan ini-itu, tanggapannya, “Kurang bagus.” Ada saja yang kurang. Bagi ayah, tak pernah cukup. “Sudah bagus, tapi…,” begitu katanya.

    Bagaimana perasaan Anda?

    Tanggapan ayah bisa mengecilkan semangat saya, tapi bisa jadi pendorong pula. Tinggal menentukan sudut pandang saja. Berhubung saya gemar bermain basket, saya berkaca pada para pemain basket ternama. Mereka selalu memanfaatkan energi negatif untuk mendorong mereka maju terus. Maka, saya pun menggunakan kalimat ayah untuk mendorong saya, jadi semacam bahan bakar. Saya akui, sesekali itu juga mengecilkan saya. Saya merasa sudah berusaha semantap-mantapnya dan ayah bilang, “Tapi,…” Wah, bagaimana ini?

    Maka, saya selalu mengambil Bill Gates sebagai contoh. Gates ingin belajar hal baru tiap hari. Ini berkaitan dengan salah satu nilai yang ditanamkan kakek, Eka Widjaja sendiri, terus belajar. Nilai dari kakek adalah senantiasa belajar untuk penyempurnaan.

    Apa terobosan terbesar yang telah Anda lakukan untuk memajukan bisnis keluarga?

    Terobosan yang saya baru saja lakukan, saya mendirikan entitas perusahaan dan brand baru bernama Sinarmas Land ini. Di bawahnya, ada PT Duta Petiwi Tbk., PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSD), sampai ratusan anak perusahaan. Proyeknya sekitar 50 proyek, di antaranya ITC. Dari ke-50 proyek tersebut, ada 15-20 proyek yang sedang dibangun secara aktif. Kalau proyek township ikut dihitung, mungkin jumlahnya lebih banyak.

    Saya bertugas di BSD cukup lama, sepanjang 2008-2011. Saat itu, kantor masih terpecah. Ketika saya menangani BSD, tiba-tiba Duta Pertiwi minta dilihat. Padahal saya tidak bisa mengurus keduanya. Saya menyadari pula, selama beberapa tahun bertugas di BSD, tidak jelas apa maunya BSD. Semua dijajaki saja tanpa greater vision. Maka, kekhawatiran saya timbul.

    Kemudian saya mengemukakan ide, “Ayo, gabungkan perusahaan-perusahaan properti kita.” Ada banyak faktor di balik keputusan pendirian Sinarmas Land. Alasan pertama, gaung kami sudah kalah dengan kelompok pengembang macam Agung Podomoro, Sedayu, Lippo. Kedua, saya mau memunculkan brand payung perusahaan. BSD dan Duta Pertiwi harus membentuk satu perusahaan yang menunjukkan keberadaan kuat di sektor properti Indonesia. Karena itu, saya mendirikan Sinarmas Land pada 2011.

    Membentuk entitas baru bernama Sinarmas Land berarti dibutuhkan visi yang baru. Sudah sangat lama visi BSD dan Duta Pertiwi tidak diperbaharui ataupun ditinjau. Tak ada relevansinya pula. Saya dan tim membuat satu visi yang lebih relevan, yakni Sinarmas menjadi perusahaan yang relevan di pasar Asia Tenggara. Justru bukan jadi perusahaan terbesar, melainkan relevan.

    Ini tidak berarti generasi kakek dan ayah dulu tidak becus menjalankan perusahaan sehingga Sinarmas tidak beres. Dengan ataupun tanpa saya, Sinarmas bisa tumbuh dan tetap jadi pemain properti besar di Indonesia. Saya tak bisa menyumbangkan pengalaman ataupun kepintaran lebih. Saya juga tidak bisa memberi pendapatan. Persoalannya hanyalah, apa Sinarmas bisa tumbuh dengan semestinya. Peran saya hanyalah memandu Sinarmas menuju satu arah dengan lebih akurat. Ada visi yang lebih besar (greater vision) sehingga semua anak perusahaan tahu sedang menuju ke mana daripada membuat sesuatu secara terpisah-pisah.

    Apa perubahan yang timbul setelah Anda menerapkan terobosan itu di Sinarmas?

    Mundur ke belakang, sekitar tahun 2004-2005, BSD itu apa? Saya dengar cerita dari masa itu, BSD tak punya tanah, utang berlipat ganda, sempat kehilangan Graha Telkomsel untuk bayar upah karyawan. Sampai ada yang sambil berkelakar bilang Bintaro Sonoan ‘Dikit. Saya menyesal, mengapa saya tak ada di situ saat sedang kesulitan? Kalau saja saya di sana, saya pasti belajar lebih banyak.

    Tapi, saya tak bisa memutar ulang waktu. Istilah Bintaro Sonoan ‘Dikit itu sudah tak terdengar lagi. Waktu saya masuk, BSD sudah punya platform untuk mapan (mature). Perusahaan ini terletak di lokasi strategis, hanya sedikit utang, punya tanah untuk bekerja.

    Hasilnya sekarang, selain branding, pendirian Sinarmas Land menonjolkan sumber-sumber daya sehingga bisa lebih kuat, misalnya purchasing. Kalau digabung, sumber daya pasti lebih kompetitif. Tentu utamanya, ada sinergi pula. Bagian dari terobosan ini adalah pemindahan kantor pusat Duta Pertiwi dari Mangga Dua ke Green Office Park di BSD.

    Bagaimana pergulatan Anda meyakinkan senior dan karyawan?

    Membangun kerja sama dengan karyawan yang sudah masuk perusahaan lebih dulu ya, harus dengan rendah hati. Kalau baru setahun, jangan sok jago. Itu saja. Ada banyak pengalaman menarik seputar pergulatan meyakinkan karyawan, tapi dibagikan off the recordsaja.

    Tentu saja saya merasakan beban juga. Tahun 2009-2010 merupakan tahun terberat bagi saya sebab ada banyak bentrokan dengan manajemen lama. Tapi, Sinarmas bertahan karena kegigihan.

    Adakah pengalaman berkesan saat berupaya meyakinkan senior dan pemegang saham?

    Salah satu pengalaman saya meyakinkan karyawan senior dan pemegang saham bahwa saya mampu adalah proyek baru pembangungan The Breeze Lifestyle. The Breeze merupakan mall tanpa dinding. Proyek ini merupakan open mall dan sebenarnya mall yang murah (cheap mall). Saya mendapat inspirasinya dari negara tempat saya kuliah, AS.

    Sayangnya, ide mall tanpa dinding ternyata sulit diterima. Apakah orang mau hujan-hujan dan panas-panas di mall? Tak ada senior ataupun pemegang saham yang mempercayainya, apalagi mau mewujudkannya. Saya menemui tantangan dalam hal ini. Sampai tiga tahun, ide ini tidak bisa jalan. Memang, ide-ide inovatif biasanya sulit dipercaya.

    Nah, sesulit apa pun itu, saya tetap harus meyakinkan mereka. Untuk meyakinkan senior dan pemegang saham, yang jadi persoalan adalah konsep dan angka. Sebetulnya ini cara yang sangat straightforward. Ide inovatif The Breeze mungkin tidak langsung menunjukkan angka ataupun pendapatan, tapi diharapkan berpengaruh positif bagi pengembangan Sinarmas jangka panjang. Sekarang pembangunan sedang berjalan dan The Breeze akan dibuka di Green Office Park, BSD sebelum Lebaran.

    Seketat apa persaingan antargenerasi ketiga untuk buktikan bahwa Anda kompeten?

    Saya saling mendukung dengan sesama generasi ketiga. Kalaupun ada persaingan, hubungan antara kami merupakan persaingan sehat. Dalam dunia ini, kalau tidak ada persaingan, tidak akan ada kemauan untuk maju. Ini baik untuk menyempurnakan diri masing-masing dan mencapai benchmark. Tidak ada rasa saling iri.

    Apa langkah yang Anda ambil agar perusahaan keluarga ini makin profesional?

    Saya setuju bahwa, perusahaan harus semakin profesional sekalipun dibangun dari keluarga. Keluarga saya telah mengambil langkah menawarkan saham perdana (IPO) pada masyarakat, seiring mengikuti aturan Bapepam, BEI, termasuk bursa efek Singapura. Ada perusahaan keluarga saya yang sudah tercatat di bursa efek Singapura. Singapura punya ketentuan yang lebih ketat dibanding Indonesia. Dengan sendirinya, Sinarmas harus lebih profesional lagi.

    Apa rencana pengembangan Sinarmas?

    Mimpi saya, BSD City bisa menjadi distrik pusat bisnis (CBD/central business district) Tangerang. Jika terwujud, itu akan jadi pencapaian terbesar saya.
     
    Sinarmas punya sangat banyak proyek tahun 2013 ini. Saya dan tim tengah mempersiapkan satu perusahaaan untuk IPO (initial public offering). Kemudian, bangun International Indonesian Expo (IIE) dengan Kompas Gramedia, untuk menjadi pameran convention terbesar di Indonesia.

    Selain IIE, ada proyek The Breeze. Dalam hal ini, sudah saatnya Indonesia lebih mengeksplor SDA (sumber daya alam) yang diberikan Tuhan berlimpah-limpah, sambil berbelanja. Berbeda dengan Singapura yang berorientasi jasa (service oriented), Indonesia adalah negara yang berorientasi alam. Maka, saya tidak segan menghabiskan 20%-30% anggaran pembangunan mall saya untuk pembentukan lansekap dan kegiatan luar ruang (outdoor activities). Mungkin pengembang lain akan menyebut saya bodoh karena melakukan ini. Tapi, ini berbeda dan saya harap, orang-orang bisa menikmatinya seperti saya.

    Dalam waktu lima tahun, Sinarmas Land harus mengokohkan posisinya sebagai dua atau tiga besar perusahaan pengembang di Indonesia. Sinarmas sudah bisa disebut besar sekarang. Tapi, ini tentu tergantung harga saham (stock price).

    Kedua, Sinarmas ingin menunjukkan eksposur di Asia Tenggara secara keseluruhan, mengingat region ini sedang tumbuh luar biasa cepat. Ingin kuat di dua negara lain.

    Ketiga, saya ingin melihat BSD jadi perusahaan US$ 10 miliar. Tergantung seberapa kerja keras saya, ini mungkin. §

 
recently viewed properties    |    search    |    map locator