BSD City, 15 Januari 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal juga dengan D-HUB SEZ (Special Economic Zone) di BSD City. Kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap keberadaan D-HUB SEZ yang tidak hanya berfokus pada teknologi digital, namun juga mengembangkan potensi besar industri ekonomi kreatif Indonesia. D-HUB SEZ dirancang sebagai kawasan ekonomi khusus yang terintegrasi, menghadirkan ekosistem kolaboratif yang fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan teknologi, serta ekonomi kreatif.
D-HUB SEZ BSD City sebagai Ekosistem Terintegrasi
Berdasarkan data BPS tahun 2025, tenaga kerja ekonomi kreatif memberikan sumbangsih sebesar 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional, mencapai 27,40 juta jiwa. Angka ini naik dari tahun sebelumnya, dimana jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif mencapai 26,48 juta jiwa. Untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang terus bertumbuh, D-HUB SEZ dikembangkan untuk menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi kreatif di Indonesia. Kawasan ini memberikan peluang besar bagi pelaku industri kreatif mulai dari studio animasi, perfilman, fashion design, movie set, digital academy, hingga digital arts.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan, “Kami mengapresiasi kehadiran KEK ETKI Banten atau DHUB SEZ yang telah memasukkan sektor ekonomi kreatif dalam salah satu sektor unggulan yang ada dalam Kawasan Ekonomi Khusus ini. Hal ini juga sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk meningkatkan lapangan pekerjaan berkualitas dengan mengembangkan industri kreatif, di mana Banten menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan sektor industri ekonomi kreatif di Indonesia. Hingga saat ini terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 9 persen dari total realisasi investasi nasional untuk 2025. Hal ini menunjukkan sumber daya manusia di Indonesia sudah siap dan mampu membentuk ekosistem ekonomi kreatif, sehingga membuat iklim investasi semakin menarik. Maka diperlukan penguatan aktivasi KEK ETKI Banten sehingga investasi bisa segera masuk ke daerah dan talenta ekraf bisa lebih produktif. Kami berharap bisa saling mendukung dan berkolaborasi dengan KEK ETKI Banten untuk menjadikan ekonomi kreatif mesin pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia, utamanya pada sektor-sektor yang menjadi fokus utama kami seperti pengembangan games, aplikasi, film, animasi dan musik.”
Baca Juga: Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ BSD City
Komitmen Sinar Mas Land Kembangkan Ekosistem Kreatif
Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja menambahkan, “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat inovasi yang mampu melahirkan karya-karya kreatif berdaya saing internasional. Kami melihat industri kreatif di Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, salah satunya melalui keberhasilan film animasi Jumbo pada 2025 yang sukses menggaet jutaan penonton dan membuktikan bahwa talenta kreatif nasional mampu bersaing di tingkat global. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kreatif nasional dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan. Sinar Mas Land melalui D-HUB SEZ berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi industri kreatif. Semoga kehadiran D-HUB SEZ dapat mendukung upaya pencapaian target pemerintah terkait kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional melalui penciptaan lapangan kerja sebesar 8,37%, dengan jumlah pekerja kreatif lebih dari 27 juta orang pada tahun 2029 mendatang. Dengan dukungan infrastruktur kelas dunia dan konektivitas bisnis global, D-HUB SEZ menawarkan akses terhadap teknologi, peningkatan kemampuan tenaga kerja kreatif Indonesia, dan jaringan global yang sangat dibutuhkan oleh industri kreatif untuk berkembang.”
Menteri Ekonomi Kreatif dalam kunjungannya ke D-HUB SEZ mengunjungi Imajin, startup manufaktur yang menyediakan platform digital sebagai penghubung antara pelanggan dengan para pelaku manufaktur, terutama dari Industri Kecil Menengah (IKM). Imajin terletak di Biomedical Campus, BSD City dan memiliki Imajin Advanced Manufacturing Center (IAMC) yakni pusat inovasi manufaktur canggih di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan ide menjadi produk nyata, mendukung startup dan UMKM lokal, sehingga membantu mengurangi ketergantungan pada impor, khususnya di sektor produk massal. Sebagai hub manufaktur, Imajin telah bermitra dengan lebih dari 750 UMKM dan telah memperluas akses teknologi serta membuka peluang kerja melalui platform digitalnya.
Selain Imajin, D-HUB SEZ juga menjadi rumah bagi Social Bread, marketplace yang menghubungkan kreator konten dengan pelaku bisnis dan merek lokal serta UMKM. Social Bread telah memiliki pengalaman dalam industri digital marketing dan kreatif serta telah bekerja sama dengan lebih dari 1500 pebisnis/merek lokal di Indonesia.
Insentif Investasi dan Kemudahan Usaha di D-HUB SEZ
Dengan luas area sekitar 59,68 hektare, D-HUB SEZ memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal dan global untuk membangun usaha di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif. Kawasan ini menawarkan insentif fiskal termasuk tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai; serta insentif non-fiskal meliputi perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, hingga kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja.
D-HUB SEZ juga terhubung dengan pusat-pusat komersial modern seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, hingga Unilever Campus. Selain itu, kawasan ini juga dikelilingi fasilitas pendidikan internasional seperti Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD, yang mendukung gaya hidup urban dan profesional. D-HUB SEZ menjadi model ekosistem yang terintegrasi di mana institusi pendidikan internasional dan akademi nasional berperan sebagai pemasok talenta (supply), sementara sektor digital, kesehatan, dan industri kreatif menjadi lapangan pekerjaan baru. Pola ini menciptakan aliran pengetahuan, inovasi yang berkesinambungan dan kolaborasi lintas sektor di masa depan.
Berlokasi strategis di jantung BSD City, D-HUB SEZ terintegrasi dengan berbagai jaringan tol; Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta - Kunciran - Serpong - Cinere - Cimanggis - Cibitung - Cilincing), Tol Japek dan Tol Jagorawi. Mobilitas dari/ke Powell Studio Loft juga didukung berbagai transportasi publik, mulai dari bus BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City. Ke depannya, konektivitas akan semakin optimal dengan hadirnya Stasiun Jatake pada kuartal IV-2025, serta rencana studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong.



